detikNews
Rabu 28 November 2018, 12:35 WIB

Aneh, Ada Beda Data Stall di Pilot dan Kopilot Lion Air PK-LQP

Eva Safitri - detikNews
Aneh, Ada Beda Data Stall di Pilot dan Kopilot Lion Air PK-LQP Mesin pesawat Lion Air PK-LQP. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan beberapa kondisi aneh selama penerbangan Lion Air PK-LQP, yang jatuh pada 29 Oktober 2018. Salah satunya muncul 'warning' terjadinya stall di sisi pilot, tapi 'warning' itu tidak muncul di kopilot.

Data ini didapat dari rekaman flight data recorder (FDR) pesawat tersebut. KNKT mendapatkan data bahwa sesaat sebelum pesawat lepas landas, stick shaker pada control column sebelah kiri aktif.

"Yang tercatat di FDR adalah stick shaker di kiri. Kanan tidak mengalami stick shaker," kata Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers di kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).



Apa yang dimaksud stick shaker? Nurcahyo mengatakan stick shaker adalah tactical warning atau tanda bahaya yang bentuknya adalah rangsangan ke kulit.

"Yang intinya memberi input kepada pilot bahwa indikasi pesawat akan stall," ungkapnya.

Konpers KNKT soal Lion Air PK-LQP / Konpers KNKT soal Lion Air PK-LQP. (Eva Safitri/detikcom)


Stall adalah kondisi yang amat dihindari saat terbang. Nurcahyo menjelaskan pesawat akan kehilangan daya angkat jika mengalami stall. Oleh sebab itu, stall harus dihentikan dengan cara mengembalikan pesawat ke sudut yang sesuai dengan arah aliran udara.

"Nah dalam kasus ini, yang kiri stall yang kanan tidak. Ini yang aneh. Ini akan kita dalami lagi," ucap Nurcahyo.



Yang disampaikan KNKT ini merupakan laporan awal, yakni laporan yang didapatkan setelah 30 hari seusai kecelakaan. Laporan ini dinyatakan bukan merupakan kesimpulan tentang kecelakaan.
(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com