detikNews
Rabu 28 November 2018, 11:58 WIB

KNKT: Lion Air PK-LQP Denpasar-Jakarta Harusnya Tak Lanjut Terbang

Eva Safitri - detikNews
KNKT: Lion Air PK-LQP Denpasar-Jakarta Harusnya Tak Lanjut Terbang Lion Air PK-LQP (Foto: Paul Christian Gordon/Lion Air)
Jakarta - KNKT mencatat setidaknya ada 6 gangguan yang dialami pesawat Lion Air PK-LQP sebelum jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018. Termasuk ketika pesawat terbang dari Denpasar menuju Jakarta, sehari sebelum kecelakaan.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menyatakan Lion Air PK-LQP mengalami masalah saat penerbangan dari Denpasar ke Jakarta. Kala itu, pilot memutuskan tetap melanjutkan penerbangan.

"Ada 6 kali tercatat di buku pesawat ini mengalami gangguan, setiap memiliki gangguan sudah diperbaiki, ditanda tangan oleh release man. Secara hukum, pesawat dinyatakan layak terbang," kata Nurcahyo dalam jumpa pers di kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).


"Penerbangan dari Denpasar ke Jakarta. Pesawat mengalami gangguan saat terbang, pilot memutuskan untuk terus sampai Jakarta," jelasnya.

Nurcahyo menjelaskan keputusan pilot melanjutkan penerbangan tersebut menjadikan alasan KNKT mengeluarkan rekomendasi ke Lion Air. Rekomendasi tersebut terkait rambu-rambu kapan pilot melanjutkan penerbangan atau kapan kembali ke bandara asal.

"Ini dasar keluar rekomendasi kita yang pertama, kepada Lion Air, pilotnya untuk menentukan terus atau kembali. Karena menurut pandangan kami, yang terjadi itu pesawat sudah tidak layak terbang," tutur Nurcahyo.

"Menurut pendapat kami, seharusnya penerbangan itu tidak dilanjutkan," tegasnya.


Sebelumnya, Nurcahyo juga mengatakan hidung pesawat PK-LQP mengalami penurunan secara otomatis. Karena penurunan otomatis itu, kopilot kemudian mengambil alih penerbangan secara manual.

"PIC (pilot) mengetahui bahwa pesawat mengalami trimming aircraft nose down (AND) secara otomatis. PIC kemudian mengubah total 'Stab Trim' ke 'Cut Out'. SIC (kopilot) melanjutkan penerbangan dengan trim manual dan tanpa auto-pilot sampat dengan mendarat," jelas Nurcahyo.

Saat kopilot mengambil alih penerbangan, pilot mendeklarasikan 'pan-pan' kepada petugas pemandu lalu lintas penerbangan.


Saksikan juga video 'Blak-blakan Menhub soal Sanksi Lion Air':

[Gambas:Video 20detik]


(rna/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com