Penyu Mati di Pulau Pari, Pemprov DKI Sentil Bekasi-Lampung

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 28 Nov 2018 07:48 WIB
Sampah plastik dan minyak di perairan Pulau Pari menyebabkan penyu sisik mati. (Imam, Suryadi, dan Boni/Warga RT 01 RW 04 Pulau Pari)
Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta menepis dugaan sampah yang berada di sekitar bangkai penyu yang ditemukan di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, berasal dari Jakarta. Sebab, selama ini pihaknya terus berupaya membersihkan wilayah perairan di Jakarta.

"Untuk sampah bisa saya pastikan tidak bersumber dari 13 sungai di Jakarta. Ada 4.000-an pasukan oranye UPK Badan Air yang bersihkan semua kali sungai waduk dan danau, termasuk pesisir pantai. Bahkan di Kepulauan Seribu juga ada kapal-kapal pembersih," kata Kepala DLH DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan, Rabu (28/11/2018).


Isnawa menjelaskan, wilayah perairan Jakarta, khususnya di Kepulauan Seribu, sering kali mendapat kiriman sampah dari wilayah tetangga. Misalnya, dari perairan di dekat Bekasi, Tangerang, dan Lampung.

"Di Kepulauan Seribu, kita sering mendapat kiriman sampah perairan, baik dari perairan dekat Bekasi dan Tangerang, termasuk Lampung, tergantung anginnya," ujarnya.

Sampah di Pulau PariSampah plastik dan minyak di perairan Pulau Pari, penyu sisik mati. (Imam, Suryadi, dan Boni/Warga RT01 RW04 Pulau Pari)


Selain itu, kata Isnawa, sampah sering kali berasal dari kapal-kapal yang lewat di wilayah perairan Kepulauan Seribu. Pihaknya pun telah memerintahkan Sudin LH dan Satpolair untuk menindak kapal-kapal yang 'nakal' itu.

"Kita akui juga masih ada yang buang sampah dari kapal kapal yang lewat. Dugaan pek atau minyak sering terjadi di kapal-kapal yang lewat. Terkadang ada istilah 'balast' atau aksi 'cuci' tank yang terkadang dilakukan malam hari, musim hujan, atau jauh dari pengawasan. Yang dibuang bisa ter, minyak, atau sampah. Ini yang harus Sudin LH dan Satpolair tindak," tutur Isnawa.


Sebelumnya, seekor penyu ditemukan mati di perairan sekitar Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Lokasi bangkai penyu yang mengambang ditemukan tak jauh dari sampah-sampah plastik dan minyak yang mengapung.

Diyakini, sampah tersebut bukan berasal dari Kepulauan Seribu, melainkan dari daratan Jakarta, yang punya 13 sungai.

"Ini rata-rata sampah kiriman dari 13 sungai dari pesisir Jakarta. Kalau dari Kepulauan Seribu, kita sendiri sadar lingkungan... sampah kita sudah tertangani dengan baik," kata Ketua RT 01, Edi Mulyono (34).


Saksikan juga video 'Solusi Cegah Perburuan Liar Penyu untuk Hiasan Dinding':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/asp)