Ramos Horta dan 3 Dubes Diam-diam Kunjungi Pulau Kisar
Selasa, 30 Agu 2005 14:19 WIB
Ambon - Entah melakukan misi rahasia atau memang mengadakan kunjungan tidak resmi, Menteri Luar Negeri Timor Leste Ramos Horta, Dubes AS, Korea dan Australia untuk Timor Leste mengunjungi Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB),yang menjadi perbatasan RI, Timor Leste dan Australia.Kunjungan ini terkesan diam-diam karena tidak ada satu pun pejabat pemda provinsi maupun kabupaten yang diberitahu. Demikian juga tidak ada pejabat Deplu yang mengiringinya. Bahkan, para pejabat pemda setempat mengaku tidak tahu sama sekali ada kunjungan pejabat Timor Leste dan beberapa pejabat.Ramos Horta diketahui mengadakan kunjungan ke Wonreli, Pulai Kisar, MTB pada Sabtu 27 Agustus. Ia bersama rombongan datang dengan menggunakan helikoptrer. Tiba di Wonreli sekitar pukul 13.00 WIT, dan setelah 7 jam di sana, sekitar pukul 20.00 WIT kembali meninggalkan Pulau Kisar. Tak ada satu pun pejabat Pemprov Maluku maupun Pemda Kabupaten MTB yang mengetahui kunjungan Horta ke pulau yang terletak di sebelah timur Timor Leste tersebut. Demikian juga, tidak ada pejabat Deplu yang hadir. Sehingga hingga kini belum diketahui pasti agenda kunjungan Ramos Horta dan tiga duta besar tersebut ke wilayah Indonesia.Sekretaris Daerah Pemda MTB Piet Norimarna saat dihubungi detikcom, Selasa (30/8/2005) membenarkan informasi tersebut. Namun dia mengatakan, pihaknya sudah menghubungi camat setempat untuk membuat laporan lengkap terkait kunjungan itu."Informasi kunjungan Ramos Horta baru kami dengar, dan kami sudah hubungi Camat Kisar secara langsung untuk segera mengirimkan laporan," kata dia.Piet Norimarna menambahkan, rombongan pejabat dari negara bekas wilayah Indonesia itu tidak didampingi satu pun pejabat Deplu maupun pejabat Pemprov Maluku. Pejabat Pemda Kabupaten MTB juga tak satu pun yang mendampingi. Kapolres Persiapan MTB Kompol Rudy Heru juga membenarkan adanya kedatangan Ramos Horta tersebut ke wilayah Indonesia. Namun ia belum dapat menjelaskan detail mengenai kunjungan tersebut. "Saya sendiri masih berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten," katanya kepada detikcom melalui sambungan telepon. Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu sampai saat ini juga belum berhasil dihubungi, untuk memastikan apakah kunjungan Ramos Horta resmi sepengetahuan pihak pemerintah Indonesia atau tidak.
(jon/)











































