Lawatan Wapres ke Cina-Jepang Bisa Jadi Sinyal Negatif
Selasa, 30 Agu 2005 14:06 WIB
Jakarta -
Kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Cina dan Jepang menuai kritik dari anggota Komisi I DPR dari F-PDIP Sutradara Gintings. Kunjungan Wapres ini bisa menjadi sinyal negatif bagi politik di dalam negeri, sebab kedua negara itu belum lama dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)."Karena ini bisa menjadi sinyal negatif, Wapres perlu mempercepat kunjungan itu. Tidak perlu berlama-lama," kata Sutradara Gintings kepada detikcom di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2005).Menurut Gintings, kunjungan Wapres bisa menimbulkan persepsi kunjungan presiden ke Cina dan Jepang sebelumnya hanya seremonial. "Ini nanti bisa menimbulkan persepsi apakah kunjungan presiden itu hanya bersifat seremonial dan tidak membicarakan hal yang substantif," kata dia. Presiden SBY melakukan kunjungan resmi ke Jepang pada 31 Mei sampai 3 Juni lalu. Sedang kunjungan ke Cina lebih gres lagi, yakni baru digelar pada 27-30 Juli lalu. Dalam kunjungan ke Cina ini SBY mengantongi komitmen kerja sama ekonomi senilai US$ 7,5 miliar. Gintings tidak terlalu mempersoalkan kunjungan Wapres ke luar negeri meski kondisi perekonomian sedang jatuh. "Bila memang perlu dilakukan, bisa saja kunjungan ini membantu meningkatkan perekonomian. Tapi menjadi tidak logis karena presiden baru saja ke sana," ujar Ketua DPP PDIP ini.
(gtp/)










































