detikNews
Selasa 27 November 2018, 21:32 WIB

Erick Thohir Minta Pemilih Tunagrahita Didampingi Orang Kompeten

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Erick Thohir Minta Pemilih Tunagrahita Didampingi Orang Kompeten Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Pemilih tunagrahita atau penyandang disabilitas mental akan dimasukkan dalam daftar pemilih Pemilu 2019. Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, meminta agar pemilih tunagrahita didampingi pihak kompeten.

"Yang saya yakini, tidak akan mungkin orang memilih dengan gangguan mental, kan sulit, tapi pasti didampingi nanti, ya. Didampingi oleh pihak-pihak yang kompeten," kata Erick di Koffee Konco Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

Erick tidak menyebut pihak yang dimaksud untuk mendampingi para pemilih tunagrahita. Namun, menurutnya, penting untuk memperhatikan hak para penyandang disabilitas, termasuk terkait pemilu.






"Saya rasa itu kan keputusan KPU sendiri dan kita juga sangat memperhatikan kemarin bagaimana kita sukses mengadakan Para Games ya, itu salah satu bagaimana kita mengangkat masyarakat dengan kebutuhan khusus itu kita tingkatkan, bahkan difabel ya," ujar Erick.

"Kemarin Pak Joko Widodo juga bersama para menteri juga ingin meningkatkan fasilitas publik untuk supaya menyervis teman-teman kita yang sangat membutuhkan fasilitas tersebut," lanjutnya.

Sebelumnya, pemilih tunagrahita atau penyandang disabilitas mental akan dimasukkan dalam daftar pemilih Pemilu 2019. KPU akan mendata melalui dokumen kependudukan serta aktif mendata ke rumah-rumah warga hingga rumah sakit jiwa.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan pemilih disabilitas mental ini tidak akan diperlakukan diskriminatif. KPU juga akan melakukan sosialisasi kepada para pemilih tunagrahita.

"Kita akan melakukan sosialisasi pemilu kepada penyandang disabilitas mental," ujar Viryan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (23/11).






Sosialisasi ini dilakukan agar pemilih dapat memahami pemilu dan cara memilih dengan baik. Sosialisasi ini akan dilakukan di rumah sakit jiwa atau panti sosial.

Sosialisasi itu tidak hanya ke pemilih disabilitas mental, tapi juga kepada perawat. Sebab, pendamping pemilih disabilitas mental perlu mengetahui kondisi dan penanganan pada saat pemungutan suara.

"Jadi kepada pengelola atau pengurus rumah sakit jiwa, perawat, secara utuh. Karena nanti sosialisasi itu, selain terkait dengan pemilu, juga terkait dengan kekhasan dari penyandang disabilitas mental. Ini kan pemilih rentan yang perlu diperhatikan," kata Viryan.

"Tapi prioritas utamanya kepada perawat atau pengelola, sehingga nantinya bisa memberikan penanganan yang optimal kepada penyandang disabilitas mental," sambungnya.
(azr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed