detikNews
Selasa 27 November 2018, 19:09 WIB

Penyu Pulau Pari Mati, Walhi: Setop Aliran Sampah DKI ke Laut!

Danu Damarjati - detikNews
Penyu Pulau Pari Mati, Walhi: Setop Aliran Sampah DKI ke Laut! Sampah plastik dan minyak di perairan Pulau Pari, penyu sisik mati. (Imam, Suryadi, dan Boni/Warga RT 01 RW 04 Pulau Pari)
Jakarta - Penyu ditemukan menjadi bangkai di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Sampah-sampah yang diduga dari daratan Jakarta ditemukan di sekitar bangkai penyu. Saatnya menghentikan aliran sampah ke laut Jakarta.

"Sampah tersebut berasal dari sekitar Teluk Jakarta. Aliran sampah-sampah ke laut perlu segera dihentikan dengan manajemen pengelolaan sampah yang lebih baik," kata pengkampanye perkotaan dan energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung, kepada detikcom, Senin (26/11/2018).



Sawung meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera menyelidiki kematian penyu itu. Diduga kuat, penyu itu mati akibat pencemaran laut.

"KLHK atau KKP harus melakukan penelitian kenapa penyu-penyu tersebut mati. Pasti ada sesuatu gangguan yang membuat mereka mati massal," kata Sawung.



Dia mengetahui ada sejumlah kapal pembersih lautan yang dioperasikan pihak Pemerintah Provinsi DKI di kawasan Kepulauan Seribu dan perairan Jakarta. Namun cara pembersihan demikian sia-sia saja bila sumber sampahnya tak diatur. Sumbernya adalah aliran sampah dari darat yang terlarung ke laut Teluk Jakarta, termasuk sampah dari daratan Jawa Barat dan Banten.

"Kalau sumbernya tidak ditangani, tetap saja kapal pembersih tidak efektif," kata Sawung.



Sebelumnya diberitakan, warga Pulau Pari menemukan penyu mati di perairan setempat. Di sekitarnya ada sampah-sampah plastik, eceng gondok, hingga tumpahan minyak.

"Informasinya ada dua hingga tiga penyu mati," kata Ketua RT 01 RW 04, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Edi Mulyono (34).
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed