Evaluasi Kabinet Tunggu 2 Bulan Lagi? RI Keburu Kacau!
Selasa, 30 Agu 2005 12:58 WIB
Jakarta -
Jangan tunggu kondisi kian kacau. Evaluasi maupun reshuffle kabinet tidak perlu menunggu dua bulan lagi. Menteri tak bermoral dan kinerjanya jelek harus segera diganti."Sebab bila demikian (evaluasi dua bulan lagi), itu artinya akan menunggu keadaan semakin buruk dan semakin kacaunya kondisi ekonomi," ujar pengamat ekonomi Faisal Basri.Hal ini disampaikan dia usai mengikuti acara pemakaman cendekiawan muslim Nurcholish Madjid di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa (30/8/2005).Dia menanggapi pernyataan Presiden SBY yang berjanji akan mengevaluasi kinerja Kabinet Indonesia Bersatu, termasuk para menteri ekonomi, dalam waktu kurang dari dua bulan lagi."Nggak bisalah, udah jelas kok, kan dia harusnya mengevaluasi sejak awal kabinet terbentuk," cetus Faisal.Posisi prioritas yang perlu di-reshuffle, menurutnya, adalah pilar-pilar yang membangun kepercayaan masyarakat. Kriteria utama untuk me-reshuffle menteri adalah landasan moral."Jadi yang tidak bermoral yang harus diganti, baru yang kedua yang kinerjanya jelek," ujar Faisal.Dia pun menyebutkan beberapa nama menteri yang perlu diganti, yakni Menkes Siti Fadilah Supari, Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menkum dan HAM Hamid Awaluddin, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menkeu Yusuf Anwar, dan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































