Pencurian Besi Penutup Drainase Marak di Mataram NTB

Pencurian Besi Penutup Drainase Marak di Mataram NTB

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Nov 2018 15:25 WIB
Pencurian Besi Penutup Drainase Marak di Mataram NTB
Ilustrasi (dok.detikcom)
Mataram - Pencurian penutup drainase kembali marak akhir-akhir ini di Mataram, NTB. Nilainya jualnya bervariasi, dari Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per unitnya.

"Kami segera menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan, berapa jumlah dan berapa titik 'grill' penutup drainase yang dicuri," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (27/11/2018).

Ia mengakui pencurian penutup drainase yang terbuat dari besi ini pernah terjadi beberapa tahun lalu, dan sekarang di luar dugaan kembali marak. Kondisi ini tidak hanya merugikan pemerintah melainkan juga masyarakat.

Penutup drainase atau grill ini berfungsi sebagai lubang kontrol darinase dan penyaring sampah agar tidak masuk ke saluran saat musim hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kerugian material, kita memprediksi satu grill berkisar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta untuk ukuran besar," katanya.

Penutup saluran yang menggunakan besi itu rata-rata berada di jalan utama, yakni di Jalan Catur Warga, Jalan Airlangga, Jalan Panjitilar, dan Selaparang.

"Ukurannya bervariasi yakni 60 x 60 centimeter (cm) dan ada juga 80 x 60 cm," ujarnya.

Mahmuddin mengatakan, setelah melakukan pendataan berapa jumlah grill yang dicuri, pihaknya akan langsung melaporkan hal ini ke aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Jika tidak, maka kondisi akan terus berlanjut dan berdampak pada kerugian pemerintah dan masyarakat sekitar," katanya.

Di sisi lain, pihaknya berencana akan mengganti penutup drainase yang menggunakan besi dengan penutup berbahan beton, sehingga tidak bisa dicuri lagi.

"Meskipun diakui penutup drainase dari beton lubangnya kecil-kecil dan tidak banyak seperti lubang penutup dari besi rakitan. Ini menjadi salah satu solusi menghindari pencurian," katanya. (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads