Warning SBY Soal Teror Pacu Semangat Aparat Kepolisian
Selasa, 30 Agu 2005 12:13 WIB
Jakarta - Peringatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal teror disambut positif aparat kepolisian. Bahkan Kapolda Metro Jaya berharap semangat personelnya bisa terpacu oleh warning SBY."Itu warning supaya kita melakukan upaya-upaya pencegahan dan penyelidikan. Kita berharap warning tersebut bisa memberikan semangat untuk penanganan lebih jauh," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani.Kapolda menyampaikan hal itu usai memimpin gelar pasukan Operasi Simpatik II di Mapolda, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (30/8/2005).Presiden SBY, Senin (29/8/2005), mengeluarkan peringatan kepada jajaran aparat keamanan agar meningkatkan pengamanan di tanah air di bulan September dan Oktober. Sebab bulan-bulan ini dianggap sangat rawan terhadap aksi terorisme. Hal itu terkait dengan peringatan peledakan WTC di New York pada 11 September dan bom Bali pada 20 Oktober. Bahkan SBY mencatat bulan-bulan ini sebagai bulan spesial terorisme. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, SBY meminta aparat meningkatkan keamanan mengingat dua tokoh teroris asal Malaysia, yakni Dr Azahari dan Noordin M Top, hingga kini belum berhasil ditangkap. Padahal, di awal kepemimpinannya SBY berjanji akan menangkap dua buronan tersebut dalam 100 hari pemerintahannya.
(umi/)











































