Muhammadiyah-British Council Teken MoU Pelatihan Bahasa untuk Guru

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 27 Nov 2018 13:45 WIB
Muhammadiyah-British Council Teken MoU Pelatihan Bahasa untuk Guru (Foto: Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - PP Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Inggris dalam peningkatan kapasitas bahasa Inggris untuk guru Muhammadiyah. Kerja sama ini juga sebagai bagian dari kampanye English for Indonesia dari British Council.

"Ini program kerja sama untuk pengajaran bahasa Inggris ini sebagian kampanye British Council, English for Indonesia dengan slogan 'Apapun Maumu, Ayo Learn English Dulu' ya," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).


Program kerja sama ini meliputi tiga Training of Trainers (ToT) secara langsung di Jakarta, Surabaya, dan Makassar. ToT juga bisa disimak secara online lewat aplikasi pendidikan digital Muhammadiyah (EduMu) dan Facebook British Council Indonesia. Program ini dapat diakses secara gratis.

Malik mengatakan Indonesia punya potensi yang sangat besar sebagai sebuah negara. Jika Indonesia ingin mendunia, salah satu keperluan utama adalah memiliki kefasihan bahasa Inggris.

Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan kerja sama ini tak terikat waktuDubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan kerja sama ini tak terikat waktu (Foto: Nur Azizah Rizki/detikcom)
"Salah satu pihak yang sangat penting untuk masa depan Indonesia itu Muhammadiyah. Ini lembaga yang besar, yang maju, dan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam yang paling besar di dunia itu juga penting untuk menginspirasikan umat muslim seluruh dunia dan mencontoh Indonesia," jelas Malik.


"Tetapi kalau menginspirasikan umat muslim seluruh dunia harus bisa berkomunikasi dengan dunia itu perlu kefasihan bahasa Inggris," imbuhnya.

Program peningkatan kapasitas ini akan mengintegrasikan penggunaan materi belajar dan mengajar bahasa Inggris yaitu Learn English Kids (untuk anak-anak beserta orang tua), Learn English Teens (untuk remaja), Learn English (untuk profesional dan mahasiswa), serta Teaching English untuk guru yang berisi materi pendukung pengajaran. Malik menyatakan tidak ada batas waktu untuk kerja sama ini.

"Ini open-ended, tidak ada batas waktu. Karena ini kita akan lihat bagaimana kemampuan, apa perlu ditambahkan apa kesempatan ke depan. Saya kira ini langkah yang sangat penting yang nyata," ucapnya.


Di lokasi yang sama, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti berharap para guru Muhammadiyah yang terlibat dapat berpartisipasi aktif dalam program ini. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) juga dihadiri Direktur British Council Indonesia Paul Smith dan Ketua PP Muhamamdiyah Bachtiar Effendy.

"Berpartisipasilah dalam program ini dan ambil kesempatan sebanyak mungkin. Dan terima kasih kepada Pak Moazzam Malik dan Pak Paul untuk kerja sama yang sangat berarti ini. Untuk semua guru Muhammadiyah dan semua peserta program ini, persiapkan dengan baik dan ambil kesempatan sebanyak mungkin," ujar Mu'ti. (azr/jbr)