detikNews
Minggu 25 November 2018, 15:34 WIB

Sampah Sedotan Sepanjang Jakarta-Meksiko Bikin Tenia Bergerak

Danu Damarjati - detikNews
Sampah Sedotan Sepanjang Jakarta-Meksiko Bikin Tenia Bergerak Foto ilustrasi aktivitas penyelaman Divers Clean Action. (Dok. DCA)
Jakarta - Gerakan antisedotan plastik juga dilakukan oleh orang Indonesia. Ada satu temuan yang menjadi awalan, yakni sedotan sepanjang 12 gerbong kereta api di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Adalah Swietenia Puspa Lestari dan kawan-kawan penyelamnya yang punya inisiatif gerakan antisedotan di Indonesia. Pada November 2015, dia mendirikan Divers Clean Action yang berisi teman-temannya yang punya hobi sama, yakni menyelam.

"Kalau kita menyelam itu sudah bukan lihat ikan lagi, tapi pasti lihat sampah di mana pun itu. Terus kesel kan, ya udah kita bikin gerakan pembersihan yang lebih terstruktur," kata Tenia, sapaan sarjana teknik lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2012 ini.


Saat di Pulau Pramuka, Tenia dan kawan-kawannya menjumpai banyak sedotan berserakan. Mereka mengadakan penelitian dengan cara mengumpulkan sedotan-sedotan itu. Hasilnya, ada 936 sedotan plastik di 100 meter pantai Pulau Pramuka.

"Itu kan parah banget ya. Kalau dijejerkan, itu sudah seperti 12 gerbong kereta api, karena satu sedotan itu kurang-lebih 12 sentimeter," tutur dara usia 23 tahun ini.

Sampah Sedotan Sepanjang Jakarta-Meksiko Bikin Tenia BergerakPendiri Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari atau Tenia. (Dok. DCA)

Dia dan kawan-kawannya juga menggarap penelitian tentang penggunaan sedotan plastik di 10 kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Padang, Balikpapan, Jayapura, Aceh, dan Manado.

Mereka mendapatkan data penggunaan sedotan dari perusahaan produsen minuman kemasan, restoran, dan warung-warung kecil. Hasilnya, orang-orang di 10 kota besar itu menghabiskan 93.244.847 batang sedotan per hari. Sedotan sepanjang itu setara dengan 16.784 kilometer.


"Kalau misalkan dijejerkan, itu berarti panjang sedotan itu sama dengan jarak Jakarta hingga Mexico City," ujar Tenia.

Kelompok Tenia mencoba melakukan sosialisasi terhadap penduduk Pulau Pramuka tentang perlunya pengurangan sampah plastik. Namun Tania berpikir gerakannya harus lebih besar, sehingga akhirnya mereka bergerak dari pulau ke daratan.

Sampah Sedotan Sepanjang Jakarta-Meksiko Bikin Tenia BergerakDivers Clean Action (Dok. DCA)

Restoran ayam goreng asal Negeri Paman Sam menjadi sasaran kampanyenya. Dia mendekati Kentucky Fried Chicken (KFC) agar jejaring di Indonesia (600 gerai) bersedia mengurangi penggunaan sedotan plastik.

"Kenapa KFC? Karena mereka punya 600 gerai di 34 provinsi. Ketika kita berhasil di 600 gerai, berarti seharusnya restoran lain yg tak memiliki standar setinggi itu, maka kenapa yang lain tidak bisa.

"Kami bilang, I wanna change your company (saya ingin mengubah perusahaan Anda)," ujar Tenia, menceritakan upayanya mempersuasi KFC.

Proses pendekatan dilakukan selama setengah tahun sejak November 2016. Pada Mei 2017, uji coba dilakukan untuk enam gerai di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, lalu diperluas ke 230 gerai alias semua gerai di Jabodetabek pada Januari 2018. Ternyata uji coba itu membuahkan hasil, yakni mengurangi penggunaan sedotan plastik 48 persen. Maka, pada 6 Mei 2018, pemberlakuan pembatasan sedotan diberlakukan ke seluruh gerai di Indonesia, dengan tagar #Nostrawmovement.



Sedotan tak disediakan langsung di dispenser seperti sebelumnya, namun karyawan yang melayani konsumen diminta menjelaskan pentingnya pengurangan sampah plastik. Ada pula selebaran yang ditempelkan mengenai pentingnya mengurangi sampah laut. Namun, bila ada konsumen yang meminta sedotan plastik, karyawan tetap akan memberikannya.

Dihubungi terpisah, General Manager PT Fastfood Indonesia Hendra Yuniarto menjelaskan, pihaknya mendukung aksi pengurangan sedotan plastik ini karena mereka sadar berada di negara kepulauan. Lautan Indonesia perlu dijaga. Hingga Oktober 2018, pengurangan sedotan sudah mencapai 54 persen. Ternyata aksi ini menginspirasi KFC di negara-negara lain.

"Ini gerakan lokal ke global, di Indonesia mulai Mei 2018, Singapura belajar dari Indonesia dan menerapkan pada Juni 2018, saat ini Hongkong dan China sedang belajar dari kita," kata Hendra.

Sampah Sedotan Sepanjang Jakarta-Meksiko Bikin Tenia BergerakFoto: Dok. DCA

Kembali ke keterangan Tenia, setahu dia, sebelum ada gerakan #Nostrawmovement sebelum dimulai oleh Divers Clean Action. Namun, diketahuinya, gaya hidup tanpa sedotan plastik sudah dipraktikkan di Bali sebelumnya, meski bukan sebagai kampanye penjagaan lingkungan secara khusus.

Ngomong-ngomong soal gerakan antisedotan plastik, di Amerika Serikat ada anak kecil bernama Milo Cress yang mengawalinya pada 2011. Namun Tenia mengaku bukan terinspirasi oleh Milo Cress, melainkan oleh penyu Olive Ridley yang hidungnya kemasukan sedotan plastik di perairan Costa Rica. Video pencabutan sedotan dari hidung penyu yang berdarah-darah itu viral pada 2015.


"Aku terinspirasi gara-gara penyu. Lagi pula, saya juga punya latar belakang (pendidikan tinggi) environmental engineering, aku anak teknik lingkungan di ITB dulu pas bikin komunitas ini (Divers Clean Action). Aku mengilhami benar data-data sampah ini selama bersih-bersih setahun (di Kepulauan Seribu)," kata Tenia.

Divers Clean Action kini punya banyak kegiatan terkait dengan penjagaan lingkungan. Selain rutinitas penelitian dan kegiatan bersih-bersih pantai, mereka membina masing-masing dua orang dari setiap daerah di seluruh Indonesia untuk menjadi relawan penuh waktu. Total sudah ada 64 orang relawan penuh waktu yang mereka latih untuk melaksanakan program penjagaan lingkungan di daerah masing-masing. Tania mengaku Divers Clean Action punya 1.500 relawan di seluruh Indonesia. Dari mana dana untuk menjalankan aktivitas Divers Clean Action?

"Dana kita cari sendiri berdarah-darah. Kita minta private sector (swasta) untuk urunan mensponsori, kita minta juga pemerintah, yakni KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), dan Kemenko Maritim," jawabnya.



Tonton video 'Indonesia Darurat Sampah Plastik Cemari Lautan':

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com