Cak Nur Dimakamkan di TMP Kalibata Atas Permintaan Negara
Selasa, 30 Agu 2005 07:10 WIB
Jakarta - Meski berstatus warga sipil, almarhum Cendikiawan Muslim Nurcholish Madjid telah dianggap sebagai pahlawan bangsa. Untuk itu, sangat layak apabila negara meminta jenazah Cak Nur dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP).Cak Nur meninggal dunia pada Senin, 29 Agustus 2005 pukul 14.05 WIB. Jenazah Rektor Universitas Paramadina itu akan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, pukul 10.00 WIB, Selasa (30/8/2005).Ternyata, pihak sekretariat negara atas nama pemerintah lah yang meminta Cak Nur dimakamkan di TMP Kalibata. "Karena beliau adalah pemegang bintang jasa Mahaputera, maka negara minta agar dimakamkan di TMP," kata Humas Universitas Paramadina Retno Subagio, saat dihubungi per telepon.Saat ini jenazah Cak Nur masih disemayamkan di Universitas Paramadina, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Rencananya, pukul 09.00 WIB, pihak keluarga yang diwakili Menteri Agama Maftuh Basyuni akan menyerahkan jenazah cak Nur kepada pihak Garnizun untuk dibawa ke TMP.Jenazah Cak Nur saat ini sudah dipindahkan dari kurung batang ke peti jenazah. Kain penutup warna hijau bertuliskan La Ilaha Ilallah pun sudah diganti dengan bendera merah putih untuk menutup peti.Sebelum dimakamkan, akan dilakukan upacara penghormatan terakhir bagi Cak Nur, dengan inspektur upacara Menko Kesra Alwi Shihab.Hingga tadi malam, sejumlah pejabat pemerintahan dan tokoh-tokoh nasional telah melayat jenazah Cak Nur ke Univeristas Paramadina. Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla datang hampir berbarengan dan sempat melakukan salat jenazahTokoh-tokoh yang datang melayat yakni Zainal Ma'arif, MH Ainun Najib, AM Fatwa, Ray Sahetapi, Aburizal Bakrie, Adnan Buyung Nasution, Fahmi Idris, Slamet Effendi Yusuf, Gus Dur, Azyumardi Azra, dan Bagir Manan.Lalu tampak juga Ali Sadikin, Harmoko, Akbar Tandjung, Jakob Oetama, Surya Paloh, Usman Hamid, Indra J Piliang, Eep Saefulloh Fatah, dan artis Ratih Sanggarwati.
(fab/)











































