"Kita harus melakukan perubahan pola hidup supaya kita terhindar dari penyakit HIV/AIDS ini. Bahwa Hari AIDS Sedunia ini adalah momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa penyakit AIDS itu berbahaya, bahwa HIV itu berbahaya harus kita hindarkan, harus kita basmikan dari bumi Indonesia ini," kata Kabiro Kesejahteraan Sosial Pemprov DKI Jakarta, Zaenal, Minggu (25/11/2018).
Zaenal mengatakan hal ini dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia di Jl Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Dia mengajak warga Jakarta untuk mengubah pola hidup agar terhindar dari HIV/AIDS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosialisasi dilakukan berbagai kegiatan dari karnaval hingga live music. (Roland/detikcom) |
"Dengan jumlah 100 ribu ODHA di Jakarta sekarang, baru sekitar 50 persen orang tahu statusnya, dan baru beberapa persen di-ARV, jelas masih jauh dari target," ujar Kittaryawan.
Kittaryawan mengajak orang-orang yang terkena dampak HIV/AIDS di Jakarta untuk melalukan pengobatan ARV dan menargetkan hal tersebut. Dia mengatakan ODHA bisa kembali sehat dengan obat anti-retroviral (ARV).
"Bahwa dengan pengobatan ARV, ODHA dapat hidup sehat, Jakarta berkomitmen bahwa 90 persen orang dengan HIV tahu statusnya, 90 orang dengan HIV diobati, dan setelah diobati 90 persen tidak terdeteksi virusnya," imbuh Kittaryawan.
Acara ini dibarengi dengan kegiatan CFD yang dimulai dengan jalan sehat dari Sarinah ke Stasiun Sudirman. Diramaikan dengan karnaval pakaian daerah, tarian tradisional, dan live music. (jbr/bpn)












































Sosialisasi dilakukan berbagai kegiatan dari karnaval hingga live music. (Roland/detikcom)