DetikNews
Minggu 25 November 2018, 08:50 WIB

Prabowo Didemo Ojek, Timses: Ada Indikasi Mobilisasi

Tsarina Maharani - detikNews
Prabowo Didemo Ojek, Timses: Ada Indikasi Mobilisasi Foto: Prabowo Subianto (Dok. Tim Prabowo-Sandi)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto didemo tukang ojek dan dituntut minta maaf atas pernyataan soal tren pemuda Indonesia yang memilih menjadi tukang ojek begitu lulus SMA. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menduga ada mobilisasi massa dalam aksi demo tersebut.

"Ini kan seperti ada yang menggoreng sedemikian rupa. Ada indikasi ini dimobilisasi untuk terus mendiskreditkan Pak Prabowo. Ada upaya itu yang saya tangkap," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, saat dihubungi, Sabtu (24/11/2018).


Ia kemudian kembali menjelaskan maksud dari pidato Prabowo. Menurut Andre, Prabowo tak bermaksud merendahkan pekerjaan tukang ojek.

"Konteks pidato Pak Prabowo kemarin itu berbicara soal kondisi anak-anak Indonesia yang sudah disekolahkan tinggi-tinggi, tapi karena kesulitan lapangan pekerjaan jadi ojek. Apa ada orang tua yang menyekolahkan anak tinggi-tinggi lalu bercita-cita jadi ojek? Fair saja," sebut politikus Gerindra itu.

"Orang jadi ojek karena nggak ada pilihan pekerjaan lain. Bukannya menghina ojek. Tapi ini Pak Prabowo bercerita sulitnya lapangan pekerjaan. Itu kan fakta," imbuh Andre.


Apalagi, sebut Andre, Prabowo meneken kontrak dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Karena itu, tak mungkin Prabowo merendahkan tukang ojek.

"Kalau kita mau jujur yang lebih berpihak kepada ojek ya Pak Prabowo. Karena Pak Prabowo menandatangani kontrak politik dengan serikat buruh ketika 1 Mei lalu. Di situ poin pertama adalah Pak Prabowo berjanji akan menyiapkan peraturan yang menjamin tentang ojek online. Kemudian Pak Prabowo juga menjamin kebebasan berserikat para pengemudi ojek online. Itu jelas. Dan kontrak politik itu ditransformasikan Pak Prabowo dan Bang Sandi dalam program kerja visi-misi yang ada," tegas dia.

Prabowo Didemo Ojek, Timses: Ada Indikasi MobilisasiAndre Rosiade (Foto: Indra Komara/detikcom)

Para tukang ojek di sejumlah daerah di Jawa Timur berdemo karena tidak terima dengan pernyataan capres nomor urut 02 itu. Sejumlah demo digelar di antaranya di Malang, Tuban, Gresik, dan Surabaya. Mereka menuntut Prabowo minta maaf.

Isu soal profesi tukang ojek ini berawal saat Prabowo berbicara mengenai jalur karier pemuda yang kini tengah jadi tren. Ia menyoroti banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih berkarier menjadi sopir ojek.


Hal tersebut ia sampaikan dalam Indonesia Economic Forum 2018, Rabu (21/11). Ia menyimpulkan pidatonya dengan kenyataan saat ini yang tergambar lewat meme. Melalui power point, ia menunjukkan meme gambar 4 penutup kepala, yakni topi SD-SMP-SMA kemudian helm berwarna hijau.

"Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan," kata Prabowo.
(tsa/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed