DetikNews
Minggu 25 November 2018, 07:37 WIB

Laporan Dari Lahore

Melihat Masjid di Pakistan yang Pernah Dikunjungi Sukarno

Arief Ikhsanudin - detikNews
Melihat Masjid di Pakistan yang Pernah Dikunjungi Sukarno Masjid Badshahi atau Masjid Kaisar di Kota Lahore, Pakistan (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Lahore - Masjid Badshahi di Kota Lahore, Pakistan, pernah dikunjungi Presiden ke-1 RI Sukarno pada tahun 1950. Saat itu, Sukarno lakukan lawatan ke Pakistan yang dilanjutkan ke India dan Myanmar.

Masjid Kaisar--nama lain masjid ini--ada di dekat ikon Lahore lainnya, Greatest Iqbal Park. Masuk ke dua kawasan itu gratis, masyarakat pun menghabiskan waktu akhir pekan di sana.

Masjid Badshahi terlihat mencolok karena berada di posisi hulu. Terlebih, warna merah dengan empat menara di luar masjid setinggi sekitar 54 meter mudah dikenali orang.

Setiap orang, dari agama manapun bisa memasuki masjid. Namun, mereka harus melepas alas kaki karena tempat itu masih difungsikan untuk salat.

Bagian depan gerbang masjid ini terlihat sepeti benteng.Bagian depan gerbang masjid ini terlihat sepeti benteng. (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

Pada bagian gerbang, masjid ini terlihat seperti benteng. Bagian utama masjid dikelilingi tembok yang merupakan lorong panjang.

Bangunan masjid ini memang sudah berumur ratusan tahun. Dibangun pada tahun 1673, pada masa Kaisar Mughal ke 6, Aurangzeb. Selain besar, masjid ini memiliki corak mahkota Lahore.

"Jadi, bisa disebut. Bangunan ini adalah simbol kekuasaan pada masanya," ucap Altaf Husen, pemandu di lokasi masjid, Sabtu (24/11/2018).

Bangunan ini pernah mengalami kerusakan saat tak lagi dijadikan sebagai masjid ketika Kekaisaran Moghal runtuh sekitar abad ke-18. Lalu, restorasi dilakukan saat pendudukan Inggris sejak pada 1852. Lalu, selesai seluruhnya setelah Pakistan menjadi negara pada tahun 1960.

"Apa yang ada di masjid ini mencerminkan apa yang ada pada saat pertama dibangun," kata Altaf.

Di bagian tengah, terdapat hall dengan lantai batu. Di sana, kita akan melihat banyak burung beterbangan.

Bagian tengah ini mampu menampung sekitar 95.000 jemaah. Sedangkan bagian utama masjid hanya 5.000 jemaah.

Bagian utama masjid dikelilingi tembok yang merupakan lorong panjangBagian utama masjid dikelilingi tembok yang merupakan lorong panjang (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)

"Pernah menjadi masjid terbesar. Sekarang kalau tidak empat, atau lima terbesar di dunia," ucap Altaf.

Bagian utama masjid berada di bawah tiga kubah. Di bagian latar, terdapat lorong-lorong penghubung tujuh bagian utama masjid.

Bagian utama masjid terkesan mewah. Bagian itu, kental terasa nuansa India maupun Persia.

Di sana, banyak menggunakan pualam. Baik itu, lantai, dinding maupun atap.

Pada bagian eksterior, terdapat batu ukir dan lukisan dinding dengan nuansa bunga. Atap pun tak kalah cantiknya. Selain ada ukiran dan lukisan, tergantung lampu dengan wana emas.
(aik/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed