"Pilpres bukan ajang kontestasi semata tapi juga harus menjadi momentum untuk menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Harus jadi ajang adu ide, gagasan dan pikiran bagaimana mewujudkan Indonesia yang lebih baik, mandiri, dan berdaulat," kata Maman dalam keterangannya, saat jadi pembicara dalam Dialog Lintas Agama Sasana Harjuno, Gombong Kebumen, Sabtu (24/11/2018).
Menurut dia, peran tokoh lintas agama sangat diperlukan untuk meredam perpecahan dan menguatkan persaudaraan di masyarakat. Apalagi, Maman menilai saat ini isu politik identitas, fitnah, dan hoax merebak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maman Imanulhaq dalam dialog lintas agama/Foto: Dok. Istimewa |
Maman mengimbau kepada semua tokoh agama untuk memberikan pendidikan politik sesuai ajaran masing-masing. Ia berharap pendidikan politik itu berlandaskan nilai-nilai agama yang penuh kasih, mencerdaskan, dan menguatkan nasionalisme.
"Dakwah kebencian yang disuarakan sekelompok kecil orang yang tidak bertanggung jawab harus diantisipasi dengan dakwah kebangsaan," tutur politikus PKB itu.
"Ini penting untuk mencegah keretakan sosial yang kalau dibiarkan akan menjadikan keadaban dan kesantunan kita menurun," imbuh Maman.
Acara dialog lintas agama itu dihadiri para tokoh agama dari Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu. Tampak hadir para pemuda lintas agama dan GP Ansor NU Kebumen. (tsa/jbr)












































Maman Imanulhaq dalam dialog lintas agama/Foto: Dok. Istimewa