detikNews
Sabtu 24 November 2018, 21:33 WIB

Tukang Ojek Ramai-ramai Demo Prabowo

Elza Astari Retaduari - detikNews
Tukang Ojek Ramai-ramai Demo Prabowo Foto: Prabowo Subianto. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta - Pernyataan Prabowo Subianto yang miris terhadap tren pemuda Indonesia yang memilih menjadi tukang ojek begitu lulus SMA berbuntut panjang. Para tukang ojek di sejumlah daerah berdemo karena tidak terima dengan pernyataan capres nomor urut 02 itu.

Isu soal profesi tukang ojek ini berawal saat Prabowo berbicara mengenai jalur karier pemuda yang kini tengah jadi tren. Ia menyoroti banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih berkarier menjadi sopir ojek.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Indonesia Economic Forum 2018. Ia menyimpulkan pidatonya dengan kenyataan saat ini yang tergambar lewat meme. Melalui power point, ia menunjukkan meme gambar 4 penutup kepala, yakni topi SD-SMP-SMP kemudian helm berwarna hijau.

"Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan," sebut Prabowo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).


Prabowo ingin pemuda Indonesia memiliki karier yang bagus. Untuk itulah ia mengaku memiliki dorongan untuk menjadi Presiden RI.

"Ini adalah gairah saya, ini adalah dorongan batin saya, saya tidak merasa bahagia. Saya ingin pemuda Indonesia untuk menjadi pengusaha, insinyur, pilot. Juga memiliki restoran sendiri dan tidak menjadi pelayan di restoran, juga memiliki kafe sendiri, juga perusahaan sendiri, juga memiliki pertanian, dan tidak hanya menjadi kuli, itulah yang mendorong saya," paparnya.

Beberapa pihak menilai pernyataan Prabowo itu bernada merendahkan tukang ojek. Timses Prabowo-Sandiaga Uno sudah menjelaskan, bukan maksud Prabowo merendahkan profesi itu.

"Apa yang salah menyampaikan realitas? Tidak merendahkan profesi sama sekali. Saya berharap ini jadi diskusi yang bermutu, misalnya isu ketenagakerjaan dalam sharing economy. Kan lebih cerdas diskusinya," ucap jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini, Kamis (22/11).

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi pendukung Prabowo-Sandiaga pun juga angkat bicara. Sejumlah pengemudi ojol hadir dalam acara pembacaan ikrar pemenangan untuk Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Mereka mengaku tak merasa direndahkan dan mengklaim 74 persen driver ojol se-Indonesia mendukung Prabowo-Sandi.


"Nggak merasa direndahkan. Orang bentuk keprihatinan, justru dia merasakan perihnya anak bangsa yang kondisinya seperti itu tidak bisa diberikan regulasi. Gitu lho. Jadi di mana letak melecehkannya? Nggak," ungkap Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi (SPDT), Rusli di lokasi acara, gedung Dewan Harian Nasional 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/11).

Meski begitu, para tukang ramai-ramai melakukan demo karena pernyataan Prabowo itu. Berikut lokasi demo driver ojek tersebut yang mayoritas berada di Jawa Timur:

Malang

Ratusan ojol di Kabupaten Malang melakukan longmarch dan berdemo di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Jalan Panggungrejo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (23/11/2018) sore. Mereka menuntut Prabowo meminta maaf atas pernyataannya.

"Kami meminta Prabowo minta maaf atas pernyataannya," teriak orator.

Puluhan poster turut dibawa sopir ojek online. Rata-rata berisi kecaman atas pernyataan Prabowo seperti 'Tolong hargai kami sebagai sopir ojek online', 'Bukannya profesi Ojol adalah pekerjaan halal Pak Prabowo' dan 'Kami bekerja bukan pengemis'.

"Pak Prabowo telah melukai kita, sebagai sopir ojek online. Dan harus minta maaf secara terbuka kepada seluruh sopir ojek online di Indonesia," lanjut orator.

Tuban

Sekitar 100 orang driver ojek online di Tuban melakukan konvoi dari pangkalan menuju bundaran Patung Letda Sutjipto di perempatan ruas jalan Pantura sejauh 2 km, Sabtu (24/11). Membawa poster-poster, mereka juga menuntut Prabowo meminta maaf.

"Kami bekerja di bawah terik matahari, dengan cucuran keringat dan demi anak istri kami di rumah. Ojol pekerjaan halal. Jadi jangan hina profesi kami, Pak Prabowo," teriak korlap aksi, Fitra Rahmadani yang diamini oleh seluruh ojol yang hadir.

Surabaya

Komunitas Peduli Ojek Online menggelar unjuk rasa di depan Pasar Atum, Surabaya, Sabtu (24/11). Mereka menuntut Prabowo Subianto untuk meminta maaf.

Berbagai poster juga dibawa oleh massa, di antaranya bertuliskan "Pak Prabowo Stop Remehkan Ojek', 'Lebih Baik Ngojek Daripada Nge-Hoax' dan 'Pak Prabowo Jangan Remehkan Profesi Kami'.

Madiun

Aksi demo digelar di depan Taman Mejayan Asri itu diikuti oleh sekitar 100 orang ojek online. Sembari berorasi, mereka juga membentangkan beragam poster, di antaranya 'Kami kerja, bukan pengemis. Tolong hargai ojol', 'Kami komunitas ojek Madiun menuntut Prabowo minta maaf' dan 'Ojol mata pencaharian kami, tolong hargai profesi kami'.

"Kami tukang ojek bekerja halal, jangan hina kami," teriak salah satu pekerja ojek online dalam orasinya.

Kediri

Sekitar 100-an pengemudi ojek online Kediri menggelar aksi unjuk rasa di simpang tiga Taman Sekartaji, Sabtu (24/11). Koordinator aksi damai ojol di Kota Kediri, Muslih mengatakan pihaknya sangat tersinggung atas ucapan Prabowo tersebut.

"Kami beri waktu 1x24 jam untuk Pak Prabowo meminta maaf di seluruh media. Kalau tidak, akan kami laporkan," ungkap Muslih.

Tulungagung

Puluhan tukang ojek yang mengatasnamakan Aliansi Tukang Ojek Tulungagung melakukan unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Sabtu (24/11).

Diawali dengan konvoi sepeda motor dari Alun-alun Tulungagung, mereka menuntut capres Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai mendiskreditkan tukang ojek. Mereka yang berdemo adalah gabungan daro driver ojol dan tukang ojek pangkalan.

"Kami hanya ingin Pak Prabowo meluruskan kata-katanya tersebut kepada semua tukang ojek, karena kami menilai itu telah merendahkan kami selaku para tukang ojek," tegas Koordinator aksi, Suryo Widianto.

Bangkalan

Aksi Demo di Bangkalan diikuti oleh sekitar 60 driver ojek online yang tergabung dalam Koalisi Ojek Online Regional Bangkalan (Kojor). Mereka berorasi di depan kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) setempat, Sabtu (24/11).

"Sebagai calon pemimpin, harus banyak belajar etika berbicara. Berhati-hati dalam menyampaikan pidato agar tidak menyinggung rakyat kecil," kata Korlap Aksi Kojor Efendi.

Gresik

Sekitar 50 pengemudi ojek online (ojol) menyerbu kantor Bawaslu Gresik untuk menyampaikan protes terhadap Prabowo, Sabtu (24/11). Mereka mengawali aksi dengan longmarch.

"Kami menuntut pernyataan maaf Pak Prabowo perihal ojek online melalui media cetak ataupun elektronik," tegas salah seorang orator bernama Burhan.

Pamekasan, Madura

Aksi demo pengemudi ojek juga terjadi di Pamekasan, Madura. Sekitar 30 driver ojol menggelar aksi di sekitar Monumen Arek Lancar, Sabtu (24/11). Demo hanya berjalan selama 30 menit karena aksi mereka tak mengantongi izin sehingga dibubarkan polisi.

"Kami protes pernyataan 'menyayangkan banyaknya generasi bangsa yang memilih jadi ojek' oleh Prabowo. Kami menuntut Prabowo untuk meminta maaf terhadap seluruh driver ojek online Indonesia," tuntut salah satu peserta aksi sebelum membubarkan diri, Feri Suwandi.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com