detikNews
Sabtu 24 November 2018, 21:14 WIB

Lift Mati Bikin Pengunjung Terjebak, Ini Penjelasan Manajemen Sency

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Lift Mati Bikin Pengunjung Terjebak, Ini Penjelasan Manajemen Sency Senayan City/Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Manajemen Senayan City (Sency) memberikan penjelasan terkait lift yang mati dan menyebabkan sejumlah pengunjung terjebak hampir satu jam. Lift disebut mengalami gangguan teknis karena bagian karet lift putus.

"Jadi gini, sebetulnya lift nya itu bukan anjlok dalam arti kata rubuh. Takutnya netizen kan, anjlok itu rubuh kan, jatuh ke bawah. Ini tadi setelah saya cek dengan tim engineering di lapangan, juga tim operasional. Jadi pada saat di lantai 6 ke lantai bawah itu sempat lift nya itu mengalami stuck. Karena ada bagian karetnya yang tiba-tiba putus," kata CRM Communication Manager Senayan City, Leonardo Slater, saat dihubungi, Sabtu (24/11/2018).

Bagian karet yang putus itu, kata Leo, menyebabkan lift berhenti secara tiba-tiba. Menurut Leo, salah satu jalan untuk mengevakuasi para pengunjung yang terjebak dalam lift itu adalah penarikan secara manual.

"Nah pada saat karetnya itu putus, tiba-tiba kunci, fungsi-fungsi kunci otomatisnya itu ngelock pak. Jadi pada saat ngelock, otomatis ada kaya deg naik gitu ke atas. Jadi berasanya naik turun, naik turun. Setelah otomatis lock memang tidak bisa langsung dibuka, tidak bisa langsung direset atau diapa-apain tombolnya. Jadi memang harus pakai cara manual," imbuhnya.

Leo mengatakan penarikan secara manual itu memang mengharuskan lift naik ke atas. Menurut dua, secara operasional lift tersebut tak bisa didorong ke bawah.





"Kenapa itu nggak bisa ke bawah? Karena memang kalau dari segi sistem operasionalnya itu memang tidak bisa didorong ke bawah manualnya. Jadi memang harus ke atas," tuturnya.

Dia menyebut peristiwa lift mati itu baru pertama kali terjadi di Senayan City. Dia juga mengatakan tak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

Terkait keluhan pengunjung soal kehadiran manajemen, Leo mengatakan biasanya selalu ada manajer yang bertugas setiap waktu. Dia menduga saat proses penaganan lift mati, manajer tersebut berada bersama tim di lokasi.

"Jadi sebetulnya, kalau di mal itu ada namanya manager on duty. Nah biasanya di weekend itu, setiap hari itu ada manager on duty 1, manager on duty 2, manager on duty 3. Nah kebetulan manager on duty 3 dia pas ini, ini kebanyakan tim operasional. Jadi kaya tim engineering, security. Mungkin hari ini beberapa mereka yang pakai seragam bareng tim kan. Jadi mungkin customer ngelihatnya staf engineering doang karena masih pakai seragam. Sebetulnya ada harusnya perwakilan manajemen, karena setiap shift nya itu ada selalu," paparnya.

Dia juga berupaya menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para pengunjung yang terjebak di lift. Selain itu, lift yang sempat mengalami gangguan teknis itu saat ini masih diperbaiki.

"Saat ini kondisinya lagi diperbaiki. Jadi dia tidak bisa digunakan dulu sementara. Kita lagi mau ganti gir nya dan karetnya dulu. Jadi kaya ada mesin nya akan kita ganti," ujarnya.

Peristiwa lift mati itu awalnya diceritakan Jessica, salah satu pengunjung mal yang juga ikut terjebak di lift tersebut. Menurutnya, lift itu tiba-tiba mati dan seolah anjlok satu lantai saat turun dari lantai 4 ke lantai 3.

"Kejadian sekitar jam 5 kurang. Lift-nya full, tiba-tiba dia kayak anjlok satu lantai dari lantai 4 mau turun ke lantai 3. Belum sampai lantai 3, tiba-tiba kayak anjlok lagi mau ke bawah gitu, kayak ke lantai 2," ujar Jessica saat dihubungi terpisah.

Sebanyak 13 orang pengunjung yang berada di dalam lift saat itu. Lift terjebak sekitar 50 menit.
(knv/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com