"Jadi kalau Pak Jokowi menyampaikan hal tersebut, ya ini untuk mengingatkan sebagai pemimpin bangsa beliau punya tanggung jawab juga untuk membangun peradaban kita. Itu kan suatu teguran ya sebenarnya masih kategori halus ya untuk mengingatkan agar berbagai fitnah dan hoax itu sebenenarya tidak perlu dilakukan lagi," ujar Hasto di sela kegiatan safari kebangsaan PDIP di Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/11/2010).
Pernyataan Jokowi disebut Hasto hanya kiasan. Hasto lantas membandingkan dengan zaman orde baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Fadli Zon Buat Sajak 'Mau Saya Tabok' |
"Kalau di zaman orde baru kan itu wah itu bukan hanya ditabok tapi sudah diculik, dimasukkan penjara. Pak Jokowi itu kan cuma kiasan lah, kiasan dari seorang yang protes yang juga mengingatkan kata kata seprti itu agar ini menjadi cambuk untuk kita semuanya untuk mengedepankan hal yang positif," sambungnya.
Hasto yang juga Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin berharap Pilpres tak diisi hal negatif seperti fitnah. Hasto mengajak untuk berlomba program masing-masing.
"Beliau sebagai presiden juga ingin menyampaikan bahwa politik itu harus ditunjukkan dengan hal-hal positif, sehingga dengan kerja nyata. Ya mari kita berlomba-lomba dengan itu. Nggak usahlah kemudian menggunakan berbagai upaya untuk memfitnah," katanya.
Simak Juga 'Dituduh PKI, Jokowi: Mau Saya Tabok Orangnya!':
(fdn/fdn)










































