Semua Akses Kraton Surakarta Ditutup Polisi
Senin, 29 Agu 2005 22:44 WIB
Solo - Buntut pertengkaran antar saudara di Kraton Surakarta kembali dirasakan warga Baluwarti. Seluruh pintu ke luar dan menuju Kalurahan Baluwarti yang berada di dalam tembok kraton, ditutup polisi.Akibatnya, ketegangan pun terjadi. Warga menolak tindakan polisi yang dianggap merugikan aktivitas mereka.Sejak pukul 20.40 WIB, Senin (29/8/2005), seluruh wartawan yang berada di dalam bangunan utama kraton diusir oleh polisi atas permintaan kubu Hangabehi. Wartawan hanya diperbolehkan berada di luar Kori Kamandungan atau di luar pintu utama.Sedangkan ratusan warga yang berada di tempat itu diusir dengan alasan sterilisasi. Warga setempat pun segera bubar, meski dengan perasaan dongkol.Puluhan pendukung Behi dimasukkan ke Kantor Badang Pengelola Kraton yang selama ini dipimpin oleh KP Edy Wirabhumi, ipar Behi. Sedangkan ratusan pendukung Tedjo terkonsentrasi di Sasonomulyo tempat tinggal GPH Dipokusumo, adik kandung Tedjo.Ternyata tidak cukup itu. Seluruh pintu gapura kraton yang merupakan pintu keluar masuk warga Baluwarti ditutup dan dijaga ketat polisi. Demikian juga pintu-pintu besi yang memisahkan Sasonomulyo dengan Kamandungan.Puluhan mobil dan sepeda motor terjebak tidak dapat keluar maupun masuk. Menurut warga, jika pentutupan itu untuk menghalangi pihak luar masuk kraton, sebaiknya penjagaan dilakukan warga sehingga bisa membedakan mana yang warga setempat dan mana yang bukan.Akhirnya penjagaan polisi diperlonggar dengan memberi kesempatan warga yang keluar masuk meski dengan pengawasan ketat. Bagi warga Baluwarti kejadian seperti itu bukan pertamakalinya.Pada bulan Agustus setahun lalu, seluruh pintu kraton juga ditutup pihak Behi untuk menghalangi Tedjowulan yang akan menobatkan diri di dalam kraton. Lebih dari sehari semalam warga terkurung sehingga yang tidak bisa masuk kerja maupun ke sekolah.Optimis BerlangsungBelum diperoleh informasi terjadinya pertemuan Tedjowulan dengan Hangabehi. Menurut salah seorang pendamping Tedjo, Behi belum menemui Tedjo yang telah berada di Bangsal Sri Manganti bersama istri dan beberapa pendukungnya"Tadi pengacaranya bermaksud menemui tapi kami tolak. Sinuhun (Tedjowulan) hanya akan bicara dengan Gusti Behi langsung, bukan dengan yang lainnya," ujarnya kepada detikcom, Senin (29/8/2005) malam.Sedangkan ipar Hangabehi, KP Satryo Hadinagoro, mengaku tidak mengetahui ada agenda pertemuan. Satryo hanya mengatakan, selaku ketua panitia peringatan kenaikan tahta Hangabehi yang akan digelar besok, dia masih optimis acara itu akan digelar dengan lancar dan sukses."Tidak ada persoalan. Meskipun di dalam tadi ada gangguan saya kira tidak akan menghalangi acara. Saya yakin aparat akan mengambil tindakan kepada mereka yang telah melakukan kekerasan dan pemaksaan kehendak," ujarnya.Seperti diketahui, Tedjowulan berhasil masuk kraton setelah beberapa pengikutnya menyusup lewat pintu samping dan membuka paksa beberapa pintu. Mereka masuk lewat Sasono Langensari lalu menyusup ke Sasonoputro, Talangpaten dan seterusnya, lalu berhasil membuka regol Kamandungan dari dalam.
(fab/)











































