Korban DBD di Palu Bertambah, Pasien Dirawat di Lorong RS

Korban DBD di Palu Bertambah, Pasien Dirawat di Lorong RS

- detikNews
Senin, 29 Agu 2005 22:05 WIB
Palu - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Palu, Sulawesi Tengah kian mengkhawatirkan. Pada bulan Agustus 2005, sudah 100 orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit, 11 di antaranya meninggal dunia. Sejak Januari 2005, total sudah 484 kasus penderita DBD yang terjadi di Palu. Kenyataan ini membuat Dinas Kesehatan Palu menetapkan kasus DBD masuk dalam kategori kejadian luar biasa.Saat ini, dua RS pemerintah telah ditunjuk menjadi tempat rujukan para penderita DBD, yakni RSUD Undata dan RS Anuta Pura. Meski demikian, hingga hari Senin (29/8/2005), sejumlah pasien terpaksa harus menetap di lorong-lorong RS.Kenyataan itu juga menimpa Jamal, yang sudah menunggui bayinya selama sepekan ini. Bayi bernama Kalsum yang baru berusia 4 bulan itu, terpaksa dirawat di lorong bangsal karena keterbatasan ruangan RS."Saya terpaksa taruh saja lorong karena dalam kamar sudah tidak cukup," keluh Jamal pada detikcom, saat ditemui di RS Anuta Pura, Jl. Kangkung, Palu Barat.Tapi Jamal tidak sendirian, karena masih banyak penderita DBD lainnya yang terpaksa menjejali lorong RS Anuta Pura. Rata-rata korban DBD yang dirawat di rumah sakit adalah anak-anak usia empat bulan hingga delapan tahun.Bagi mereka yang tergolong keluarga tak mampu, mendapat kemudahan dengan mengurus jaring pengaman sosial untuk keluarga miskin. Sebab bila tidak, tentu mereka akan terbebani.Tengoklah nasib Sulviani, keluarga miskin dari kelurahan Balaroa, Palu barat yang kedua anaknya divonis DBD. "Saya mohon dibantu biaya pengobatan. Saya takut tidak bisa bayar," kata Sulviani sendu.Sebelumnya, Dinas Kesehatan Palu memprediksi serangan DBD sudah mencapai titik kulminasi pada pekan-pekan ini. Namun ternyata penderitanya kian meningkat. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads