Cegah Teror Tahun Baru, Densus Pantau Pergerakan Kelompok Radikal

Cegah Teror Tahun Baru, Densus Pantau Pergerakan Kelompok Radikal

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 23 Nov 2018 23:36 WIB
Cegah Teror Tahun Baru, Densus Pantau Pergerakan Kelompok Radikal
Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Densus 88 Antiteror telah meminimalisir ancaman aksi teror pada akhir tahun 2018. Densus 88 Antiteror telah memantau pergerakan kelompok radikal dengan pemetaan dan identifikasi, terutama kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD).

"Aksinya sudah bisa kita mitigasi, kami minimalisir oleh Tim Densus. Tim Densus sudah mapping dan profiling kelompok tersebut, apalagi pelaku-pelaku yang sudah lama masuk dalam kelompok JAD," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi mengaku hal yang perlu diwaspadai adalah pergerakan orang-orang yang baru terpapar paham radikal seperti Eko, pelaku penyerangan pos polantas di Lamongan, Jawa Timur.

"Yang kami waspadai seperti kasus di Lamongan, orang-orang rekrutan baru. Itu yang bisa kami waspadai. Kalau orang yang cukup lama bergabung di JAD sudah betul-betul kami profil dan kami awasi ketat. Yang kami khawatirkan pendatang baru, yang baru terpapar dan memiliki semangat. Nah itu yang harus betul-betul kami mitigasi," ujar Dedi.



Dedi menuturkan Pulau Jawa menjadi wilayah prioritas pengamanan teror. Setelah itu barulah wilayah Pulau Sumatera, Palembang dan Riau.

"Pulau Jawa menjadi prioritas utama kita. Baru Sumatera, Sumatera itu Sumut (Sumatera Utara). Kemudian Palembang, Riau. Nah itu jadi prioritas kedua. Baru kemudian di wilayah Kalimantan, itu Kalimamtan Timir. Kalau Sulawesi dari Manado, kemudian Sulawesi Tengah, kemudian Sulawesi Selatan," jelas Dedi. (aud/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads