"Aksinya sudah bisa kita mitigasi, kami minimalisir oleh Tim Densus. Tim Densus sudah mapping dan profiling kelompok tersebut, apalagi pelaku-pelaku yang sudah lama masuk dalam kelompok JAD," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kami waspadai seperti kasus di Lamongan, orang-orang rekrutan baru. Itu yang bisa kami waspadai. Kalau orang yang cukup lama bergabung di JAD sudah betul-betul kami profil dan kami awasi ketat. Yang kami khawatirkan pendatang baru, yang baru terpapar dan memiliki semangat. Nah itu yang harus betul-betul kami mitigasi," ujar Dedi.
Dedi menuturkan Pulau Jawa menjadi wilayah prioritas pengamanan teror. Setelah itu barulah wilayah Pulau Sumatera, Palembang dan Riau.
"Pulau Jawa menjadi prioritas utama kita. Baru Sumatera, Sumatera itu Sumut (Sumatera Utara). Kemudian Palembang, Riau. Nah itu jadi prioritas kedua. Baru kemudian di wilayah Kalimantan, itu Kalimamtan Timir. Kalau Sulawesi dari Manado, kemudian Sulawesi Tengah, kemudian Sulawesi Selatan," jelas Dedi. (aud/rvk)











































