Wacana Kembali ke Orba, Rommy Ingat Rumahnya Diserang Saat Kampanye

Akfa Nasrulhak - detikNews
Jumat, 23 Nov 2018 22:40 WIB
Foto: Dok. PPP
Jakarta - Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy menyayangkan keinginan salah satu anggota tim sukses Prabowo Subianto, Titiek Soeharto, yang ingin membawa Indonesia ke era kepemimpinan Orde Baru (Orba) jika Prabowo terpilih menjadi presiden.

Rommy, begitu ia biasa disapa, mengaku mempunyai pengalaman trumatis saat era Orba. Sebagai anak keluarga PPP saat Orba, ibunya (almh), Umroh Mahfudoh, pernah menjabat Ketua DPW PPP Yogyakarta.

Di masa Orba, rumahnya sudah biasa diteror saat masa kampanye. Bahkan pada 1987, Rommy sering dikawal oleh Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) saat akan berangkat ke sekolah karena adanya ancaman penculikan.


"Masih sangat segar dalam ingatan, rumah kami sering diserang setiap masa kampanye. Yang menyerang tentu saja adalah kekuatan-kekuatan Orde Baru dengan partai politiknya saat itu," cerita Rommy.

Bahkan salah satu petugas full timer di kantor DPW PPP Yogyakarta, yaitu Agung Syahida, dibunuh pada 1982. Kenangan masa lalu ini, menurut Rommy, bisa saja terulang jika kepemimpinan ala Orba kembali dimunculkan di zaman reformasi, seperti saat ini. Jadi wacana itu menurutnya sangat membahayakan.

Di zaman Orba, menurut Rommy, seluruh lawan politik dikerdilkan, termasuk PPP. Orba menggunakan kedok 'demokrasi Pancasila' untuk membenarkan tindakan mereka.


"Pemerintahan saat itu menggunakan kedok demokrasi pancasila. Jadi atas nama demokrasi Pancasila, yang mereka lakukan pertama adalah memberangus seluruh kekuatan lawan politik yang ada. Bahkan sampai penghilangan nyawa," kata Rommy.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Titiek Soeharto dalam sejumlah kesempatan menyampaikan bahwa ia memimpikan Indonesia kembali ke era Orba. Titiek sendiri merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, yang merupakan salah satu pendukung pasangan Prabowo-Sandi. Titiek juga merupakan mantan istri Prabowo. (ega/prf)