Kalla: Sulit Temukan Orang Seperti Cak Nur
Senin, 29 Agu 2005 17:15 WIB
Jakarta - Wafatnya Cak Nur menyisakan kisah tersendiri bagi orang-orang yang ditinggalkannya, termasuk Wapres Jusuf Kalla. Kalla mengaku sangat kehilangan tokoh pemikir itu."Di zaman seperti sekarang ini sulit menemukan orang seperti Cak Nur yang memiliki kemampuan lebih dari orang lain," ungkap Kalla usai menggelar silaturahmi dengan sejumlah ormas Islam di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin (29/8/2005). Pertemuan ini membahas tentang MoU damai RI-GAM.Kalla yang terakhir kali bertemu Cak Nur saat menjenguknya di RS Pondok Indah pada Kamis (25/8/2005) malam lalu menilai Cak Nur banyak memiliki sifat yang tidak dimiliki orang lain."Dia memiliki sifat yang positif, seperti tokoh umat, tokoh bangsa, cendekiawan, nasionalis yang plural, dan pemikir. Sulit kita cari bandingan orang yang mempunyai kemampuan seperti itu," ungkap Kalla.Tidak hanya Kalla, Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsuddin juga memiliki kesan yang mendalam terhadap pendiri Yayasan Paramadina itu. Semasa hidupnya, Cak Nur pernah berpesan kepada Din agar tetap menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan umat Islam.Sedangkan Ketua MPR Hidayat Nurwahid menilai kepergian Cak Nur akibat sakit hepatitis yang dideritanya tidak bisa diartikan sebagai kepergian seorang negarawan. Tapi Hidayat yakin kepergian Cak Nur justru akan melahirkan negarawan-negarawan lain yang peduli dengan masa depan umat.Meski mengaku banyak memiliki perbedaan dengan pola pikir Cak Nur, Ketua Dewan Dakwah Indonesia Husein Umar menyatakan bela sungkawanya. Perbedaan pola pikir keduanya bermula dari pemikiran Cak Nur yang dianggapnya sangat dipengaruhi pemikiran gereja. "Sehingga ada pergeseran pola pikir yang berbeda dengan umat Islam lainnya," kata dia.Cak Nur meninggal di RS Pondok Indah pada pukul 14.04 WIB. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak. Sebelum dirawat di RS Pondok Indah pada pekan lalu, beberapa bulan lalu Cak Nur sempat menjalani cangkok hati di Cina karena fungsi hatinya menurun setelah digerogoti hepatitis.
(umi/)











































