Soal Keppres Amnesti GAM, Presiden Tunggu Surat dari DPR

Soal Keppres Amnesti GAM, Presiden Tunggu Surat dari DPR

- detikNews
Senin, 29 Agu 2005 16:03 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menunggu surat dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebelum mengeluarkan Keppres tentang pemberian amnesti kepada anggota GAM. Pemerintah optimistis dalam waktu singkat Keppres akan dapat dikeluarkan.Demikian disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin kepada wartawan di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (29/8/2005).Berikut petikan hasil wawacara tersebut:Bagaimana soal amnesti GAM? Hari ini kita menunggu surat dari pimpinan DPR kepada bapak presiden. Kemudian presiden akan membuat Keppres. Saya tidak tahu apakah surat yang dimaksud sudah masuk atau belum. Saya baru akan ke Setneg bicara dengan pak Yustril.Jadi belum tentu tanggal 31 Agustus pemberian amnestinya? Saya optimis kalau surat itu masuk hari ini maka dengan sendirinya akan dikeluarkan Keppres sebagai tindak lanjut. Dengan demikian kita bisa mengembalikan tahanan ke Aceh mulai besok.Bagaimana dengan kontak senjata? Begini, selama senjata masih ada di tangan, potensi untuk itu masih ada. Sekali lagi saya katakan kepada Anda menurut schedulle the comissioning kan tanggal 15 September. Saya cek keadaan di lapangan kedua belah pihak masih menahan diri untuk menghindari konflik di bawah.Apakah amnesti akan ditinjau kembali? Tidak. Amnesti tidak akan ditinjau kembali dan tidak berkaitan dengan insiden kontak senjata kemarin.Bagaimana bila GAM menolak penyerahan senjata? Soal penyerahan senjata GAM sudah diatur oleh AMM pada titik-titik tertentu. Sudah ada prosedurnya.Apakah ada orang yang mengganggu proses perdamaian? Ada orang yang merasa perjanjian tidak sesuai dengan keinginannya. Ini kan negara demokrasi. Saya jelaskan kepada Anda selama 29 tahun konflik ada lima belas ribu orang meninggal. Apabila Anda bagi angka 15.000 orang dengan 29 tahun, Anda akan mendapat dua orang meninggal sehari. Jika Anda tunda perjanjian, Anda membiarkan saudara Anda meninggal dua orang dalam sehari. (san/)


Berita Terkait