DetikNews
Kamis 22 November 2018, 17:28 WIB

PKS soal Profesi Tukang Ojek: Selama Halal Kita Harus Hormati

Nur Azizah Rizki - detikNews
PKS soal Profesi Tukang Ojek: Selama Halal Kita Harus Hormati Pipin Sofian (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Prabowo Subianto prihatin terhadap banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih bekerja sebagai tukang ojek. PKS menilai tak ada yang salah dengan menjadi tukang ojek selama hasil yang diperolehnya halal.

"Jadi, selama halal, kita harus menghormati semua profesi pekerjaan, dan kami melihat bahwa ojek online itu telah meningkatkan harkat, derajat, martabat para tukang ojek dan saya kira ini juga telah mengurangi pengangguran dan kami mengapresiasi itu," ujar Ketua DPP PKS Pipin Sofian di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Pipin juga menyinggung janji kampanye PKS untuk memperjuangkan RUU penghapusan pajak sepeda motor dan pemberlakuan SIM seumur hidup. Menurutnya, kebijakan itu akan mendukung para tukang ojek, baik online maupun pangkalan, untuk bisa lebih nyaman dan semakin produktif bekerja.


Pipin menegaskan kebijakan tersebut tidak bertentangan dengan ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Ia menilai selama fasilitas transportasi umum belum baik, kebijakan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Jadi ini bentuk kompensasi yang diterima oleh masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah-bawah ketika fasilitas transportasi publik kita itu belum memadai, artinya belum layak gitu ya," kata Pipin.

"Jadi selama itu belum ada, ya ini akan kami perjuangkan supaya masyarakat tidak terbebani, gitu ya. Dengan memiliki kendaraan roda dua, mereka bisa menggunakan sebagai sarana produksi juga, ya untuk mencari nafkah, bisa sebagai alat transportasi dan lain sebagainya. Jadi tidak saling bertentangan," imbuh jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

RUU Penghapusan Pajak Sepeda Motor dianggap PKS penting. Dengan demikian, warga semakin dimudahkan lagi terkait masalah transportasi.


"Selama itu belum tersedia dengan baik, tentu ada insentif, ada fasilitas, yang juga bisa dinikmati masyarakat gitu," ucap Pipin.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo berbicara soal jalur karier pemuda yang kini tengah jadi tren. Ia menyoroti banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih bekerja menjadi sopir ojek.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Indonesia Economic Forum 2018. Ia menyimpulkan pidatonya dengan kenyataan saat ini yang tergambar lewat meme. Melalui Power Point, ia menunjukkan meme gambar 4 penutup kepala, yakni topi SD-SMP-SMP kemudian helm berwarna hijau.

"Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan," sebut Prabowo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).

Prabowo ingin pemuda Indonesia memiliki karier yang bagus. Untuk itulah ia mengaku memiliki dorongan untuk menjadi Presiden RI.

"Ini adalah gairah saya, ini adalah dorongan batin saya, saya tidak merasa bahagia. Saya ingin pemuda Indonesia menjadi pengusaha, insinyur, pilot. Juga memiliki restoran sendiri dan tidak menjadi pelayan di restoran, juga memiliki kafe sendiri, juga perusahaan sendiri, juga memiliki pertanian, dan tidak hanya menjadi kuli, itulah yang mendorong saya," paparnya.


PKS Soal Profesi Tukang Ojek: Selama Halal Kita Harus Hormati

(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed