DetikNews
Kamis 22 November 2018, 17:05 WIB

Timses Bela Prabowo yang Dikritik Soal Karier Tukang Ojek

Andhika Prasetia, Nur Azizah Rizki - detikNews
Timses Bela Prabowo yang Dikritik Soal Karier Tukang Ojek Foto: Prabowo Subianto. (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Keprihatinan Prabowo Subianto soal karier anak muda sebagai tukang ojek dikritik oleh kubu Joko Widodo. Pro Prabowo-Sandiaga Uno memberi pembelaan.

Menurut Juru Bicara PKS Handi Risza, pernyataan yang disampaikan Prabowo soal karier tukang ojek merupakan bentuk keprihatinan. Itu lantaran kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan di Indonesia.

"Pernyataan-pernyataan seperti itu jangan diterjemahkan langsung merendahkan. Ini kan bentuk kekhawatiran Pak Prabowo kenapa negara tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat kita yang berpendidikan menengah, SMA tadi. Kalau kita punya lapangan pekerjaan terbuka, ekonomi kita baik, saya pikir masyarakat juga pasti punya pilihan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik," kata Handi di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Handi meminta pernyataan Prabowo tersebut tidak lagi dipersoalkan. Menurutnya, ini hanya soal pilihan dan bentuk kemandirian masyarakat dalam mencari dan menciptakan lapangan kerja.


"Ini kan persoalan pilihan saja, persoalan kesempatan. Menurut saya ini bentuk dari kemandirian masyarakat kita tidak selalu menunggu lapangan pekerjaan dari pemerintah kita. Tetapi justru mereka kreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Jadi tidak perlu dipersoalkan lah," ujar Handi.

"Anda bisa bayangkan kalau lulusan-lulusan yang nggak dapat pekerjaan formal lalu mereka menganggur, tidak mau bekerja, ini kan jadi persoalan negara juga ya. Tapi dengan mereka mau bekerja walaupun sebagai pengemudi ojek, saya pikir ini sebuah hal yang patut diapresiasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Handi mendorong pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya agar masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan.

"Tapi ini tentu tidak bisa dibiarkan. Pemerintah harus bekerja keras bagaimana meningkatkan perekonomian kita, buka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya, tentu masyarakat kita akan semakin banyak pilihan," tegas Handi.

Timses Bela Prabowo yang Dikritik Soal Karier Tukang OjekFoto: Gambar yang dipamerkan Prabowo soal meme karier pemuda yang banyak jadi tukang ojek. (Indra Komara/detikcom).

Sementara itu menurut jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini, apa yang disampaikan Prabowo soal pemuda yang banyak memilih menjadi driver ojek merupakan sebuah realitas. Menurutnya tak ada yang salah dengan yang disampaikan Prabowo.

"Apa yang salah menyampaikan realitas? Tidak merendahkan profesi sama sekali. Saya berharap ini jadi diskusi yang bermutu, misalnya isu ketenagakerjaan dalam sharing economy. Kan lebih cerdas diskusinya," ucap Faldo dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Faldo pun menyoroti tim Jokowi-Ma'ruf Amin yang kerap melontarkan kritikan atas berbagai pernyataan Prabowo. Ia mengaku berharap kedua kubu bisa saling sharing mengenai isu-isu yang tengah berkembang.

"Kalau kelompok petahana dikit-dikit menuduh penghinaan, penistaan. Kayaknya, masih ada dendam yang belum selesai dari kelompok sana. Saya sih berharap kita diskusi soal sharing economy atau disrupsi ini," tutur Faldo.

Ia lalu menceritakan soal pengalaman temannya yang pesannya ditolak driver ojek online. Alasannya, kata Faldo, karena tarif yang semakin rendah.

"Kata drivernya penyedia platform menurunkan harga per kilometer jadi Rp 1.400. Rendah sekali. Negara kan tidak punya rencana dan strategi untuk ini. Negara macam apa yang tega biarkan warganya diserang oleh berbagai ketidakpastian. Kasihan warga kita kalau pemerintah tidak kerjakan ini, apalagi tidak paham," papar politikus PAN itu.

Faldo menyindir kubu Jokowi yang dinilainya akan memanfaatkan isu soal tukang ojek ini. Ia lalu menyinggung soal Menaker Hanif Dhakiri yang mencontohkan soal profesi youtuber.

"Abis ini, kayaknya muncul foto-foto Presiden sama driver ojol tu. Kalau mau pekerjaan yang lebih pasti datang ke kami, ayo kita diskusi, itu visi misi kami. Saya rasa ini sudah keterlaluan," ucap Faldo.


"Kemaren Menaker bilang soal 'working without jobs' contohkan youtubers yang sukses. Emang negara tahu berapa banyak orang hidup bisa dari youtube? Tidak ada statemen tegas soal kebijakan yang dibicarakan oleh Menteri Hanif," sambungnya.

Sebelumnya, Prabowo berbicara soal jalur karier pemuda yang sedang tren saat ini. Ia menyoroti banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih berkarier menjadi sopir ojek. Hal tersebut disampaikannya dalam Indonesia Economic Forum 2018, Rabu (21/11/2018).

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengkritik pernyataan eks Danjen Kopassus itu. Prabowo diminta tidak merendahkan profesi tukang ojek.

"Jangan rendahkan tukang ojek! Itu kita lihat ojek online, sekarang penghasilan tukang ojek juga semakin baik," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, Rabu (21/11).



Saksikan juga video 'Prabowo: SDM Kita kalah dari Singapura, Malaysia, Thailand':

[Gambas:Video 20detik]


Timses Bela Prabowo yang Dikritik Soal Karier Tukang Ojek

(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed