DetikNews
Rabu 21 November 2018, 23:20 WIB

Ayah Ciktuti Iin Puspita Minta Pelaku Pembunuhan Dihukum Berat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Ayah Ciktuti Iin Puspita Minta Pelaku Pembunuhan Dihukum Berat Ciktuti Iin Puspita, pemandu lagu korban pembunuhan di Mampang. (Facebook)
Jakarta -

Suhud, ayah Ciktuti Iin Puspita, meminta agar pelaku pembunuhan putrinya dihukum berat. Ciktuti tewas akibat pukulan palu dan mayatnya disimpan di lemari kamar kos di Mampang, Jaksel.

"Itu permintaan saya pelaku itu sudah dapat. Kita minta dihukum berat pelaku itu," ujar Suhud di RS Fatmawati, Jaksel, Rabu (21/11/2018).



Harapan yang sama diungkapkan paman Ciktuti, Busman Efendi. Busman mengaku mengetahui kasus pembunuhan ini dari televisi.

"Jeratan hukum, seberat-beratnya kalau bisa," ujarnya.

Pembunuhan Ciktuti Iin Puspita disebut polisi terjadi pada Senin (19/11) malam. Mulanya Iin diketahui bertengkar dengan NR, kekasih Y. Y marah dan langsung memukul korban menggunakan palu yang berada di dalam kamar.

Akibat mengalami luka yang cukup parah di kepala, korban akhirnya tewas. Melihat korbannya tewas, selanjutnya pelaku Y menyembunyikan jasad korban di dalam lemari.





"Ada ketersinggungan gitu kan dan tersinggung dari temannya itu yang perempuan," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib saat ditanya soal motif pembunuhan.

Belakangan, polisi menyebut ada cekcok soal uang antara pelaku dan korban. Korban dan pelaku diketahui tinggal bersama di kamar kos Mampang.

"Jadi yang jelas kan mereka percekcokan itu diawali karena dia meminta tip yang dititipkan kepada si korban. Tetapi karena uangnya tidak sesuai yang dia tahu sehingga itulah yang menjadi penyebab cekcok tersebut. Nah, ini kami dalami kapan dia nagihnya sama pidana yang dilakukan oleh pelaku, tenggang waktunya berapa lama," ujar Indra.


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed