DetikNews
Rabu 21 November 2018, 22:16 WIB

Polisi Rekonstruksi Penangkapan Pembunuh Satu Keluarga di Garut Besok

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Rekonstruksi Penangkapan Pembunuh Satu Keluarga di Garut Besok Rekonstruksi tersangka Haris Simamora (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Tim Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan di Garut, Jawa Barat, pada Kamis (22/11) besok.

Adegan yang akan diperagakan terkait dengan penangkapan tersangka Haris Simamora di kaki Gunung Guntur.

"Empat adegan. Adegan penangkapan tersangka," kata Kanit I Subdit Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino kepada wartawan di Kalimalang, Bekasi, Rabu (21/11/2018).

Rekonstruksi di Garut merupakan kelanjutan dari proses rekonstruksi yang sebelumnya dilakukan di sejumlah titik, dari lokasi pembunuhan di Jalan Bojong Nangka, Bekasi, hingga pembuangan linggis di Kalimalang.

Polisi sebelumnya menyebut ada 62 adegan yang akan diperagakan tersangka, tapi dalam pelaksanaannya hanya 55 adegan.

"Jadi dengan berakhirnya adegan terakhir tadi pembuangan linggis agenda rekonstruksi selesai untuk hari ini. Yang dilakukan dari siang dari pukul 11 sampai 7 malam. Jumlah total keseluruhan ada 55 adegan. Itu untuk hari pertama," kata Malvino.

Rekonstruksi sebelumnya dilakukan tersangka Haris mulai dari masuk ke rumah korban. Dia kemudian berbincang dengan korban Daperum dan Maya Ambarita, yang sedang menonton televisi.

Haris lalu mendengar kalimat yang tak menyenangkan terlontar dari mulut Daperum. Dia kemudian merencanakan pembunuhan menggunakan linggis yang tersimpan di dapur rumah.

Haris memukul Daperum dan Maya dengan linggis hingga tewas. Sedangkan kedua anak korban, Sarah dan Arya, tewas karena dicekik.

Setelah itu, Haris membawa uang dan ponsel milik korban serta membawa mobil yang terparkir di depan rumah korban. Dia pergi menuju kontrakan temannya di Cikarang, Bekasi.

Saat dalam perjalanan, dia membuang linggis di Kalimalang. Haris kembali melanjutkan perjalanan ke kontrakan temannya untuk mandi.

Dari kosan temannya, Haris pergi ke klinik karena tangannya luka akibat terkena linggis saat membunuh korban. Kepada dokter, Haris mengaku jatuh dari motor.

Dia kembali ke kontrakan temannya bernama Dimas untuk mengambil uang membayar ke klinik. Selepas dari itu, dia kemudian mencari kosan untuk menyimpan mobil.

Kepada pemilik kos, Haris membayar Rp 400 ribu dan segera melunasi sisanya. Haris langsung pergi ke terminal Cikarang untuk melarikan diri ke Garut.

Pelarian Haris akhirnya terhenti di kaki Gunung Guntur. Dia ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya saat akan mendaki pada Rabu (14/11).




(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed