SBY: September dan Oktober Special Months for Terrorism
Senin, 29 Agu 2005 12:54 WIB
Jakarta - Khawatir aksi teror terjadi lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta sistem keamanan sepanjang September sampai Oktober ditingkatkan. "Hingga akhir tahun kita minta pengamanan di seluruh Indonesia ditingkatkan, terutama September dan Oktober. September dan Oktober adalah special months for terrorism," tegas SBY.SBY menyampaikan hal itu dalam dialog dengan puluhan editor media massa se-Asia Eropa di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2005).Sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjut SBY, pada periode September sampai Oktober, di Indonesia dan sejumlah negara lainnya rawan dengan aksi terorisme. Hal itu terkait dengan peringatan peledakan WTC di New York pada 11 September dan Bom Bali pada 20 Oktober. Kekhawatiran itu ditambah dengan belum tertangkapnya otak peledakan bom di sejumlah kawasan di Indonesia, Dr Azahari dan Noordin M Top. SBY juga menuturkan, tidak tertutup kemungkinan dua warga Malaysia itu kini sedang berada di negara lain dan tengah merencanakan aksi teror di negara tersebut. "Karena itu peningkatan keamanan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di kawasan regional," katanya.
(umi/)











































