DetikNews
Rabu 21 November 2018, 20:05 WIB

Perang Dagang AS vs China, Prabowo: Semoga Tak Ada Civil War

Indra Komara - detikNews
Perang Dagang AS vs China, Prabowo: Semoga Tak Ada Civil War Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Nasional Republik Rakyat China (RRC) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (27/9/2018). (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto menyinggung pertarungan global Amerika Serikat (AS)-China. Prabowo berharap perang dagang di antara kedua negara itu tak menimbulkan civil war (perang).

"Kita bagian dari ASEAN. Kita punya situasi geopolitik yang terpengaruh dari persaingan China dan AS. Yang kuat akan lakukan apa pun. Dan yang lemah akan menderita. Kita harap persaingan ini nggak akan berakhir civil war," ujar Prabowo saat menjadi pembicara di Sangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).


Jika terpilih nanti, Prabowo justru ingin berteman dengan AS ataupun China. Dua negara itu, menurutnya, harus dihormati.

"Kebijakan luar negeri kita berteman dengan siapa pun. Saya mau berteman dengan China. Kita hormati China yang bangkit jadi kekuatan baru. Tapi juga kita hormati AS sebagai negara adidaya," tuturnya.


Prabowo meminta semua pihak objektif melihat persaingan AS dan China. Apalagi, kata dia, masyarakat Indonesia juga mengonsumsi produk AS dan China.

"Kita makan Burger Kings, pakai denim jeans, saya pakai jins setiap hari, nonton Netflix, HBO. Ini softpower AS. Kita suka rock n roll. Ayo akui Anda juga suka rock n roll kan? Pengaruh China juga kuat dalam sejarah kita. Seperti makanan kita, ada sebagian dari China dari India. Kita suka kari," papar Prabowo.
(idn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed