DetikNews
Rabu 21 November 2018, 20:05 WIB

Timses Jokowi ke Prabowo: Jangan Rendahkan Tukang Ojek!

Elza Astari Retaduari - detikNews
Timses Jokowi ke Prabowo: Jangan Rendahkan Tukang Ojek! Abdul Kadir Karding (Dok TKN Jokowi-Ma'ruf Amin)
Jakarta - Prabowo Subianto mengaku miris terhadap tren pemuda Indonesia yang memilih menjadi tukang ojek begitu lulus SMA. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Prabowo tidak merendahkan profesi tukang ojek.

"Jangan rendahkan tukang ojek! Itu kita lihat ojek online, sekarang penghasilan tukang ojek juga semakin baik," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Soal pernyataan Prabowo, Karding menilai itu sebagai bentuk pesimistis. Ia menyebut sifat pesimistis memang sudah menjadi ciri capres nomor urut 02 itu.


"Kebiasaan Pak Prabowo yang selalu pesimis dan mengeluh dengan keadaan," tutur Karding.

Anggota DPR itu menegaskan pemerintah sudah terus melakukan perbaikan, termasuk sistem pendidikan. Karding juga menyebut Presiden Jokowi bersama pemerintah yang dipimpinnya juga mengedepankan pendidikan vokasi (pendidikan) pada penguasaan keahlian terapan tertentu.

Timses Jokowi ke Prabowo: Jangan Rendahkan Tukang Ojek!Gambar yang dipamerkan Prabowo. (Indra Komara/detikcom)

"Menghubungkan antara dunia pendidikan dan usaha. Sehingga lulusan pendidikan ke depan, mereka terakomodasi karena kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia kerja," ucap politikus PKB tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo berbicara soal jalur karier pemuda yang kini tengah jadi tren. Ia menyoroti banyaknya pemuda yang setelah lulus SMA memilih berkarier menjadi sopir ojek.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Indonesia Economic Forum 2018. Ia menyimpulkan pidatonya dengan kenyataan saat ini yang tergambar lewat meme. Melalui power point, ia menunjukkan meme gambar 4 penutup kepala, yakni topi SD-SMP-SMP kemudian helm berwarna hijau.

"Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan," sebut Prabowo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).


Prabowo ingin pemuda Indonesia memiliki karier yang bagus. Untuk itulah ia mengaku memiliki dorongan untuk menjadi Presiden RI.

"Ini adalah gairah saya, ini adalah dorongan batin saya, saya tidak merasa bahagia. Saya ingin pemuda Indonesia untuk menjadi pengusaha, insinyur, pilot. Juga memiliki restoran sendiri dan tidak menjadi pelayan di restoran, juga memiliki kafe sendiri, juga perusahaan sendiri, juga memiliki pertanian, dan tidak hanya menjadi kuli, itulah yang mendorong saya," paparnya.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed