DetikNews
Rabu 21 November 2018, 19:57 WIB

Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax

Andhika Prasetia - detikNews
Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu para ulama sebelum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor. (Andhika Prasetia/detikcom)
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para ulama sebelum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor. Jokowi meluruskan isu hoax kepada para ulama.

Pertemuan digelar di Masjid Baitussalam, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018), didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pada awal penjelasannya, Jokowi meluruskan seputar isu serbuan TKA asal China.

"Negara kita ini TKA-nya tidak dibanding seluruh penduduk yang kita miliki, 0,03 persen bandingkan dengan Uni Emirat Arab. Itu 83 persen seinget saya TKA semua. Di Saudi Arabia itu 23 persen yang juga sebagian besar dari Indonesia kurang-lebih 500 ribu yang legal. Yang ilegal mungkin lebih besar. Kita 1 persen saja nggak ada," ujar Jokowi.





 Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu para ulama sebelum memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para ulama sebelum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor. (Andhika Prasetia/detikcom)




Isu selanjutnya adalah tuduhan antek asing. Jokowi menegaskan pemerintah sudah mengambil alih Blok Rokan dan Blok Mahakam. Begitu juga soal saham PT Freeport sebesar 51 persen.

Jokowi juga meluruskan tuduhan dirinya sebagai anggota PKI. Jokowi menegaskan ia tidak memiliki sangkut paut dengan PKI. Ia mempersilakan jika ada yang ingin menelusuri silsilah keluarganya.

"NU, Muhammadiyah, Persis, FPI ada di Solo. Keluarga saya muslim, keluarga besar orang tua, kakek nenek saya muslim. Silakan tabayun tapi bayar sendiri sendiri. Apalagi kayak saya. Saya ini siapa sih saya bukan elite politik, ketua partai, kaya raya. Saya harus blak-blakan sekarang kalau saya nggak bisa kemudian diberi amanat untuk presiden di 2014 bukan karena siapa-siapa, karena kehendak Allah," tuturnya.





"Bukan dari keturunan ningrat politik juga hanya dari kampung, desa. Jadi saya jalani biasa-biasa saja. Saya sabar, sabar, sabar, Ya Allah sabar, tapi jawab seperti ini juga boleh kan?" katanya.

Pertemuan ini diakhiri salat Isya berjemaah. Seusai salat, acara dilanjutkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
(dkp/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed