"Sama sekali tidak benar, itu tidak benar, karena ini bicara masalah investasi," ujar Airlangga kepada wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018).
Pria yang menjabat sebagai Menperin ini menjelaskan justru pemerintah mendorong substitusi impor. Diharapkan, ketergantungan impor barang menurun.
Baca juga: Flashback Ekonomi di Zaman Orde Baru |
"Saat sekarang ketergantungan kita terhadap impor tinggi, justru kita akan dorong melakukan substitusi impor. Dengan substitusi kemampuan industri dalam negeri meningkat dan ketergantungan terhadap barang impor akan berkurang," ujar Airlangga.
Sebelumnya, Prabowo mengatakan paket kebijakan ekonomi tersebut tidak sesuai dengan UUD 1945, terutama pada Pasal 33 Ayat 1. Ia mengkritisi paket kebijakan ekonomi jilid 16 yang memberikan peluang sebesar-besarnya kepada pihak asing untuk masuk dan menguasai 25 sektor industri di dalam negeri.
"Indikator-Indikator saat ini menunjukkan bahwa negara kita sedang memprihatinkan. Baru saja pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang menurut saya itu wujud bahwa kita menyerah total kepada bangsa asing. Negara kita sangat kaya memiliki banyak sumber daya alam yang bisa kita kelola sendiri," kata Prabowo di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/11).
Simak Juga 'Prabowo Berbusana Beskap dan Pidato Pakai Bahasa Inggris':
(dkp/dhn)











































