DetikNews
Rabu 21 November 2018, 15:27 WIB

Cegah Pernikahan Dini, Pemprov Sulteng Minta Semua Pihak Terlibat

Tim detikcom - detikNews
Cegah Pernikahan Dini, Pemprov Sulteng Minta Semua Pihak Terlibat ilustrasi pernikahan dini (Foto: Thinkstock)
Parigi Moutong - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau agar semua pihak terlibat dalam mengatasi pernikahan dini. Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Tengah melalui Kasubdit Perlindungan Hak Perempuan Irmawati Sahi, di Parigi Moutong. pemerintah perlu mengajak semua kalangan untuk bersama-sama membangun gerakan pencegahan pernikahan dini.

"Perlu ada upaya gerakan bersama yang didorong oleh pemerintah untuk pencegahan pernikahan ini," ucap Irmawati Sahi, dilansir Antara, Rabu (21/11/2018).

Irma sapaan akrab Irmawati Sahi, mengemukakan tidak hanya mencermati jumlah perkawinan dini. Tetapi juga dampak yang ditimbulkannya seperti kematian bayi, kematian ibu saat melahirkan, dan perceraian.



"Angka kanker mulut rahim, angka kematian bayi, angka kekerasan dalam rumah tangga, angka cerai, angka kematian ibu. Ini juga perlu diperhatikan dari dampak tersebut," ujar Irma.

Ia mengungkapkan pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan regulasi atau aturan terkait perkawinan anak (perkawinan dini). Sambil menunggu proses penyusunaan itu, pemerintah dan pihak terkait melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya perkawinaan dini.

Dia menguraikan berdasarkan data Survey Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, menunjukkan Usia Kawin Pertama (UKP) atau pernikahan dini Provinsi Sulteng masih sangat tinggi atau sekitar 20,19 persen dari semua daerah di Sulteng.



Dari situ, lanjut dia, angka tertinggi adalah Kota Palu sebesar 21,20 persen dan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sebesar 19,74 persen.

"Menikah di usia muda atau pernikahan dini menyebabkan banyak hal negatif, di antaranya rentan terhadap perceraian karena tanggung jawab yang kurang, dan bagi perempuan beresiko tinggi terhadap kematian saat melahirkaN," kata Irma.


Simak Juga 'KPAI Imbau KUA Tidak Berikan Izin Pernikahan Dini':

[Gambas:Video 20detik]



(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed