DetikNews
Rabu 21 November 2018, 14:47 WIB

Ratusan Sopir Truk Batu Bara Geruduk Kantor Gubernur Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Ratusan Sopir Truk Batu Bara Geruduk Kantor Gubernur Sumsel Foto: Demo sopir truk batu bara (Raja-detik)
Palembang - Ratusan sopir truk baru bara akhirnya menggelar aksi di depan kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang. Mereka protes karena truk tak boleh lagi melintas di jalan umum.

Dari pantauan detikcom, sopir itu datang dengan membawa spanduk dan seluruh truk ke kantor gubernur. Truk diparkirkan di seberang kantor gubernur dan menjadi penyebab kemacetan.

Sementara para sopir masuk ke halaman untuk berorasi. Bahkan mereka ada pula yang membawa anak dan istrinya berorasi di halaman kantor gubernur. Terlihat ada puluhan personil polisi yang datang dan mengamankan jalannya aksi.



"Kebun kami terjual, angusran mobil pun sudah tidak lagi terbayar sejak truk batu bara nggak boleh lewat di jalanan umum. Kalau seperti ini terus pasti ini bisa kena tarik dealer," teriak salah satu sopir truk batu bara, Zulkifli, Rabu (21/11/2018).

Tidak hanya itu, Zulkfili mengaku truknya sudah hampir 2 minggu tidak beroparasi. Hal ini turut dialami ratusan sopir truk di Muara Enim dan Lahat sebagai lumbung batu bara di Bumi Sriwijaya.



"Sudah 2 minggu kami tidak kerja, tidak boleh lewat jalan umum ngangkut batu bara. Ini sama saja membunuh secara perlahan," katanya.

Sejak larangan truk batu bara melintas di jalanan umum diberlakukan 8 November lalu, banyak sopir yang menganggur dan tidak bekerja. Hal ini juga berdampak ke ekonomi masyarakat sekitar. Termasuk para kernek truk yang juga ikut ngangur.

Bahkan, beberapa peserta aksi mengaku akan menginap di halaman gubernur jika tidak ada solusi. Termasuk jika truk tetap tak boleh melintas di jalan umum seperti biasanya.

"Kami nginap kalau tidak ada solusi dari Pemprov. Jangan siksa rakyat dengan kebijakan tanpa pertimbangan. Kasihan sama anak dan istri kami yang berada di rumah," kata salah satu peserta aksi.

Untuk diketahui, Gubernur Herman Deru secara resmi telah mencabut peraturan truk batu bara yang melintas di jalanan umum. Akibat kebijakan itu, pengusaha banyak yang mulai resah dan mengaku merugi.

Kini kebijakan Gubernur Sumsel, Herman Deru menjadi polemik. Banyak dari para pengusaha dan sopir truk menyebut jika kebijakan itu teralalu terburu-buru, serta dapat menimbulkan dampak negatif.

Sebagai bentuk penolakan kebijakan itu, para sopir truk menggelar aksi mrnolak kebijakan gubernur yang belum genap 2 bulan menjabat.
(ras/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed