Usulan Perombakan Tim Ekonomi SBY Menguat
Senin, 29 Agu 2005 11:19 WIB
Jakarta - Desakan reshuffle tim ekonomi kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali dilontarkan. Sebab, tim ekonomi SBY gagal membangun ekonomi Indonesia."Kenapa rupiah saja yang melemah, sedangkan negara lain tidak. Ini tidak berarti dollar menguat, berarti ada mis dalam kebijakan ekonomi Indonesia," kata anggota Komisi VII Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) Ami Taher kepada detikcom di Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (29/8/2005).Karena itulah, Ami mendesak Presiden untuk mempertimbangkan usulan reshuffle tim ekonomi kabinet Indonesia Bersatu. Melemahnya rupiah, menurut Ami, juga disebabkan rapuhnya kebijakan ekonomi fundamental."Melemahnya rupiah karena ketidakmampuan pemerintah mengendalikan transaksi dollar, sehingga spekulan dengan mudah bermain untuk semakin melemahkan rupiah," sesal Ami.Bendahara FPKS ini pun mengusulkan, agar pemerintah membuat pembatasan terhadap setiap transaksi dollar yang mencurigakan. Tujuannya agar pelemahan rupiah bisa segera diatasi, selain merubah kebijakan di bidang fundamental ekonomi.Ia juga menyesalkan sikap pejabat negara yang memborong dollar. "Kalau pejabat ikut-ikutan spekulasi, siapa yang akan mempertahankan rupiah," tanya Ami.
(ism/)











































