detikNews
Selasa 20 November 2018, 11:45 WIB

Telan Sampah Bikin Paus Mati di Wakatobi? Ini Analisis LIPI

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Telan Sampah Bikin Paus Mati di Wakatobi? Ini Analisis LIPI Isi perut bangkai paus sperma di Wakatobi. (Dok. Istimewa)
Jakarta - Bangkai paus ditemukan di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dengan isi perut penuh sampah. Kapus Penelitian Laut Dalam LIPI Dr Ir Augy Syahailatua belum bisa pastikan sampah plastik jadi penyebab utama kematian paus sperma tersebut.

"Ini kan baru ditemukan, kita belum bisa pastikan. Yang paling penting harus diketahui dia (sampah) itu nyangkutnya di mana, apakah di perut atau di tapis insangnya," ujar Augy saat dihubungi detikcom, Selasa (20/11/2018).



Augy menjelaskan, sampah plastik tak bisa dicerna oleh perut paus. Berbeda dengan tulang ikan, meskipun keras, tetap bisa dicerna.

"Plastik itu kan susah (hancur), kalau sampah organik mungkin bisa. Berbeda misalnya dengan tanduk hewan. Walaupun keras, itu kan zat kapur, sehingga bisa dicerna. Seperti kita makan tulang ikan, tetap bisa dicerna kan?" kata Augy.

Kembali ke soal penyebab kematian paus sperma yang bangkainya terdampar di Wakatobi, Augy menjelaskan ada sejumlah faktor penentu. Selain karena menelan sampah, bisa karena faktor usia.

"Kalau kematiannya macam-macam, bisa sirkulasi karena sampah, bisa saja karena tua atau sakit," ungkap Augy.



Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI belum berencana meneliti bangkai tersebut. Pasalnya, kasus serupa kerap terjadi dan pernah diteliti.

"Kami melihat kesempatan. Kalau memungkinkan, kami akan ke sana. Kalau tidak memungkinkan, kami cuma memantau karena sudah ada beberapa instansi yang ke sana, ada Taman Nasional Wakatobi," kata Augy.



Tonton juga 'Lagi-lagi Ikan Hiu Tutul Muncul di Kepulauan Seribu':

[Gambas:Video 20detik]


(bag/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed