Soal Reshuffle Kabinet
PDIP Setuju Tim Ekonomi Diganti
Senin, 29 Agu 2005 09:10 WIB
Jakarta - Usul agar tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu dicopot terus menguat. PDI Perjuangan setuju Presiden SBY mengganti sejumlah menteri yang mengurusi ekonomi."Apa yang diharapkan masyarakat terutama dalam bidang ekonomi tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah," tutur Sekjen DPP PDIP Pramono Anung dalam percakapan dengan detikcom, Senin (29/8/2005).Menurutnya, tim ekonomi pemerintah tidak peka terhadap kondisi masyarakat. Ini terkait dengan latar belakang orang-orang yang mengisi posisi tersebut. "Sensitivitas tim ekonomi pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat kurang. Ketika dolar naik jadi Rp 10 ribu, ada menteri yang bilang apa bedanya dengan Rp 15 ribu. Ini kan salah satu indikasi ketidakpekaan pemerintah," nilai Pramono.Menurutnya, SBY-Kalla sebaiknya menempatkan orang-orang yang bisa memahami persoalan ekonomi dan mementingkan kepentingan masyarakat banyak. "Kan terlihat, tim ekonomi kebanyakan diisi oleh pebisnis. Mereka tidak sensitif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Pramono tanpa merinci.Pramono menambahkan, selain tim ekonomi, pemerintah juga perlu me-reshuffle bidang polkam. "Polkam juga sama saja. Keamanan dan ekonomi kan terkait. Rasa aman dan kondisi ekonomi yang dialami masyarakat kan semakin buruk," tandasnya.Ia menegaskan, PDIP tidak akan mengajukan nama bila pemerintah melakukan reshuffle kabinet. Bahkan, kalau pemerintah meminta PDIP untuk mengajukan nama, PDIP akan menolak tawaran itu."Kami tidak akan mengajukan nama. Dan kami tidak akan membicarakan hal itu," ujar Pramono.
(ton/)











































