DetikNews
Minggu 18 November 2018, 06:20 WIB

PDIP Sebut 'di Sana' Emak-emak Dimanfaatkan, Gerindra: Itu Hoax!

Ahmad Bil Wahid - detikNews
PDIP Sebut di Sana Emak-emak Dimanfaatkan, Gerindra: Itu Hoax! Foto: Andre Rosiade (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra membantah ucapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut emak-emak dimanfaatkan untuk pentingan politik. Gerinda menyebut Hasto terlalu banyak memainkan drama.

"Pernyataan Sekjen PIDP itu hoax! Sama seperti pernyataan dia yang menuduh kubu kami yang masang atribut raja Jokowi. Terlalu banyak drama, hasto itu kebanyakan drama," kata Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (17/11/2018) malam.


Andre mengatakan pasangan yang diusung partainya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, selama ini menampung aspirasi kalangan emak-emak. Menurutnya saat ini banyak yang merasa sulit karena tak terpenuhi janjinya Presiden Joko Widodo.

"Kehidupan jauh lebih sulit zaman pak Jokowi itu dibanding zaman pak SBY, lalu bagaimana uang mereka nilainya terus berkurang karena bahan pokok yang harganya meroket. Jadi ketidakmampuan pak Jokowi memenuhi janji ekspektasi emak-emak itu. Jangan kami-kami disalahkan memanfaatkan emak-emak, kami hanya menyuarakan dan menyerap asirasi dari emak-emak," ujarnya.


Pernyataan Hasto juga disayangkan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman. Menurutnya emak-emak adalah kalangan yang paling merasakan kondisi ekonomi.

"Saya sesalkan selevel sekjen hanya terkesan bermain olok-olok. Kami konsosten membela emak-emak justru karena kami mendapat masukan aspirasi dari mereka. Kalau harga-harga termasuk tarif listrik mahal dan lapangan pekerjaan sulit memang mereka yang paling merasakan karena posisi emak adalah pengelola keuangan keluarga," ujar Habiburokhman.

Dia juga menyinggung janji Presiden Jokowi untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Menurut Habiburokhman, Hasto lebih baik menjelaskan hal tersebut ketimbang membahas soal emak-emak.

"Daripada menuduh dan olok-olol akan lebih baik kalau pak sekjen jelaskan mengapa empat tahun lebih Jokowi berkuasa harga listrik malah naik, padahal dulu ada yang janji turunkan TDL. Kalau kami berkuasa kami janji tidak akan pangkas subsidi energi untuk rakyat," kata dia.


Sebelumnya Hasto Kristiyanto dan beberapa politisi PDIP melakukan konsolidasi bersama kader di kantor DPC PDIP Kabupaten Bekasi Sabtu (17/11/2018). Singkat cerita, Hasto bertanya kepada para kader yang hadir dalam acara itu. Kader PDIP diminta menyebutkan salah satu program kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla.

"Program Pak Jokowi apa? Siapa yang bisa jawab?" tanya Hasto. "Keluarga harapan," jawab seorang perempuan bernama Dewi, yang mendapatkan jaket PDIP.

"Di sana bisanya hanya memanfaatkan emak-emak untuk kepentingan politik. Pak Jokowi menghadirkan kebijakan untuk emak," timpal Hasto.
(abw/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed