DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 22:19 WIB

Mencari Linggis Haris Simamora di Kalimalang

Rolan - detikNews
Mencari Linggis Haris Simamora di Kalimalang Foto: Haris Simamora menunjukkan lokasi dia membuang linggis di Kalimalang. (Rolan-detikcom)
Bekasi - Polda Metro Jaya menerjunkan penyelam untuk mencari linggis yang dibuang tersangka pembunuhan satu keluarga, Haris Simamora, di Kalimalang. Haris juga dibawa dan menunjukkan lokasi dia membuang linggis.

Linggis itu dipakai Haris untuk membunuh Daperum Nainggolan dan Maya Ambarita yang sedang tidur. Polisi sempat mencari linggis tersebut pada Kamis (15/11) malam. Namun pencarian ditunda karena cuaca tidak mendukung.

Pencarian pun dilakukan hari ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan ada 6 penyelam yang diterjunkan.

"Ada satu regu (penyelam) yang terdiri atas enam orang dari Polair Polda Metro Jaya," kata Argo di lokasi, Kalimalang, Jalan Perempatan Tegal Danas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).


Haris beserta tim gabungan dari Polisi Air dan Udara, Inafis, serta Resmob Polda Metro Jaya tiba di lokasi pukul 13.30 WIB. Wajah Haris ditutupi dan duduk di deretan bangku belakang mobil.

Haris, yang mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan diborgol, dijaga polisi berpakaian preman. Di deretan kedua bangku, dua polisi membawa senjata api siaga mengamankan Haris.

Dia lalu dibawa ke tepi aliran air. Haris pun menunjuk satu titik di pinggiran kali. Lokasi itu ada di dekat satu pintu air kecil. Setelah itu, Haris dibawa kembali ke dalam mobil.


Penyelaman pun dilakukan. Ada satu penyelam yang pertama kali turun. Tapi tak berselang lama, penyelam itu kemudian menepi lagi.

Dia mengatakan arus cukup deras. "Arus deras," katanya.

Dia meminta supaya ada tali yang dipasang melintangi kali untuk membantu penyelaman. Tali karmantel pun dipasang. Selain itu, ada satu tali lagi yang dikaitkan ke penyelam agar tidak terbawa arus.

Petugas lalu menyelam hingga kedalaman 3-4 meter. Linggis belum ditemukan hingga pencarian dihentikan sementara karena arus deras dan adanya lumpur.

"Jadi saya ceritakan pada saat penyelaman, kita penyelaman dua kali. Kita memang sangat berupaya untuk menemukan barang bukti. Kendala yang dihadapi di bawah itu ya yang pertama arus, arus sangat kuat sekali," kata penyelam dari Polairud Polda Metro Jaya, Iptu Ketut Suastika di lokasi.


Lalu, penyelaman juga terkendala karena terlalu dekat dengan pintu air. Sehingga, kata Suastika, tidak bisa bertahan lama di bawah. Penyelaman tersebut dilakukan di kedalaman 3-4 meter.

Selain itu, jarak pandang nol atau gelap karena adanya lumpur. Pencarian tadi hanya dilakukan dengan meraba. Dia mengaku belum tahu apakah pencarian dilanjutkan besok. Pihaknya masih menunggu perintah dari atasan.

"Nanti menunggu perintah dari komandan, terutama yang di Polda. Nanti kita yang jelas secara teknis siap saja, kapan pun siap melaksanakan penyelaman," ujarnya.
(idh/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed