DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 14:14 WIB

Grace Natalie Siap Hadapi Laporan Eggi Sudjana

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Grace Natalie Siap Hadapi Laporan Eggi Sudjana Ketua Umum PSI Grace Natalie (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melalui kuasa hukum Eggi Sudjana melaporkan Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie terkait pernyataan PSI menolak perda bermotif agama. Grace mengaku siap menghadapi laporan itu.

"Kita siap untuk mengikuti proses. Ini negara hukum, lagi-lagi kita punya konstitusi dan saya percaya pada sistem hukum yang berlaku di Indonesia," kata Grace di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).


Meski heran atas laporan Eggi tersebut, Grace tetap mempersilakan.

"Kami mempersilakan sesuai dengan mekanisme karena laporan juga ada mekanismennya dan itu merupakan hak konstitusi semua orang. Karena itu, silakan saja," ujarnya.

Di sisi lain, Grace menegaskan, pihaknya tidak anti-agama mana pun. Dia menjelaskan penolakan terhadap perda bermotif agama itu lantaran pihaknya ingin menempatkan agama di tempat tertinggi dan tidak dijadikan alat politik.

"Justru pertanyaannya, kami menolak perda-perda berbasis agama karena kami ingin menempatkan agama di tempat yang tinggi. Karena agama itu jangan lagi dipakai sebagai alat politik," kata Grace.

"Kita ingin agar produk hukum adalah universal, tidak parsial, tidak mendasar pada agama apa pun," sambungnya.


Hal itu, kata Grace, seperti yang selama ini tercantum dalam UUD 1945 dan Pancasila. Pada sila pertama Pancasila 'Ketuhanan Yang Maha Esa', tidak merujuk pada agama mana pun.

"Kami ingin mengembalikan lagi kepada konstitusi agar tidak ada lagi namanya mayoritas-minoritas. Semua agama mulia dan semua warga negara sesuai dengan konstitusi bisa menjalankan keyakinannya di mana pun mereka berada sebagai warga negara. Itu posisi PSI dengan pernyataan tersebut," tutur Grace.

Sebelumnya, Eggi melaporkan Grace ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018). Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM.

"Dalam kesempatan ini, kita sudah memberikan warning kepada Grace, dalam pengertian warning, sekiranya minta maaf karena statement-nya itu sudah masuk unsur pengungkapan rasa permusuhan, juga masuk kategori ujaran kebencian pada agama. Nah, ini limitasi pasalnya bisa dikaitkan dengan Pasal 156 A juncto Pasal 14 dan 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang memberikan ujaran yang bohong," kata Eggi setelah melaporkan Grace.

PSI sebelumnya telah menanggapi pelaporan terhadap ketumnya itu. PSI akan memberikan bantuan hukum.

"Kita dampingi pastinya, ada 10 lawyer-lah yang mendampingi Ketua Umum," kata jubir PSI Rian Ernest saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (16/11).
(mae/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed