Pemusnahan Senjata GAM, Pemerintah Percayakan pada AMM

Pemusnahan Senjata GAM, Pemerintah Percayakan pada AMM

- detikNews
Minggu, 28 Agu 2005 00:14 WIB
Banda Aceh - Pemerintah Indonesia mempercayakan sepenuhnya mekanisme penyerahan senjata GAM pada Aceh Monitoring Mission (AMM). Mulai dari proses penyerahannya hingga proses pemusnahannya, seperti yang sudah disepakati dalam MoU.Pernyataan itu diungkapkan Wakil Pemerintah Indonesia Mayjen Bambang Darmono pada wartawan usai pertemuan antara Tim Pemantau Awal dengan pemerintah Indonesia dan perwakilan GAM di pendopo Gubernur NAD, Sabtu (27/8/2005). "Kita masih menaruh kepercayaan pada AMM dalam penyerahan senjata tersebut. Semuanya akan diatur oleh AMM," katanya optimis sembari menyatakan bahwa di dalam MoU memang tidak disebutkan adanya keharusan dari pemerintah Indonesia untuk hadir dalam proses penyerahan dan penghancuran senjata milik GAM. Dalam pertemuan tertutup yang berjalan sekitar tiga jam ini, perwakilan Indonesia hanya terlihat diwakili oleh Bambang Darmono. Jenderal bintang dua ini adalah mantan Panglima Komando Operasi di Aceh semasa darurat militer. Sementara, pejabat pemerintah daerah seperti Kapolda Irjen Pol Bachrumsyah Kasman, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Supiadin AS dan Plt Gubernur NAD Azwar Abubakar yang menjadi perwakilan pemerintah Indonesia pada pertemuan sebelumnya tidak terlihat hadir.Sementara itu, perwakilan GAM yang hadir, Irwandi Yusuf dan juga juru bicara GAM Aceh Besar Mucksalmina. Sayangnya, kedua tokoh GAM ini tak bersedia memberi komentar pada wartawan. Usai acara, keduanya langsung meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil.Hasil Pemusnahan akan DiperlihatkanDeputi bidang Militer AMM, Jaakko Oksanen dalam keterangan persnya di tempat yang sama menegaskan, pihak AMM akan memperlihatkan hasil pemusnahan senjata milik GAM yang akan berupa potongan senjata yang telah dimusnahkan kepada pemerintah Indonesia."Dengan adanya pemotongan senjata, maka ada bukti nyata kalau senjata itu memang dimusnahkan," ujar Oksanen.Ditambahkannya, dalam pelaksanaan pemusnahan senjata, pihak AMM akan bekerjasama dengan aparat kepolisian sebagai penanggung jawab keamanan. Oksanen juga menegaskan, penyerahan senjata akan dimulai pada 15 September mendatang.Dalam MoU disebutkan, sebanyak 840 pucuk senjata standard milik GAM akan dimusnahkan. Waktu pemusnahan dilakukan dalam empat tahap seiring dengan relokasi pasukan non organik TNI/Polri. (ddn/)


Berita Terkait