Buntut Insiden Bireun, TNI dan GAM Akan Bertemu
Sabtu, 27 Agu 2005 23:00 WIB
Banda Aceh - Perdamaian di Aceh harus terus dipertahankan. Untuk itu TNI dan GAM akan segera dipertemukan sebagai buntut dari penyelesaian insiden tertembaknya seorang warga yang disebutkan GAM sebagai anggotanya di Kabupaten Bireun."Kita sebenarnya tak menginginkan hal itu terjadi, namun kita akan selesaikan dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan insiden di Bireun," ujar Deputi Bidang Militer Aceh Monitoring Mission (AMM) Jaakko Oksanen kepada wartawan, usai pertemuan antara Tim Pemantau Awal dengan pemerintah RI dan GAM di Pendopo Gubernur NAD, Sabtu (27/8/2005). Oksanen mengatakan pihaknya tidak akan menyatakan satu pihak salah sebelum memiliki fakta-fakta yang jelas. Saat ini, AMM sedang mengumpulkan laporan baik dari pihak TNI maupun dari GAM.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pangdam Iskandar Muda Mayjen Supiadin AS pada wartawan mengatakan, tidak terjadi kontak senjata di lokasi kejadian di Desa Panton Masjid, Bireuen pada Kamis (25/8/2005) sore.Supiadin yakin bahwa prajuritnya tidak melakukan aksi penembakan yang mengakibatkan seorang warga yang disebutkan GAM sebagai anggotanya.Insiden di Bireun bermula ketika tiga anak kecil bermain petasan yang terbaut dari busi mobil dan diisi dengan serbuk korek api. Suara petasan ini kemudian dibalas dengan suara tembakan dari arah hutan ke arah lokasi 3 anak yang sedang bermain ini. Baru setelah itu, pasukan TNI dan Brimob segera mendatangi lokasi karena mendengar suara tembakan. Supiadin mengatakan, pasukannya melakukan penyisiran, tapi tidak ditemukan korban. Malam harinya, salah seorang warga yang terluka di bagian kepala disebutkan GAM sebagai anggotanya telah terluka paska kejadian tersebut. Korban sampai saat ini dirawat di RSU Fauziah, Bireun setelah dievakuasi bersama Tim Pemantau Awal. Tim Pemantau Awal juga sudah melakukan investigasi ke lapangan.
(ddn/)











































