Wejangan Fahri bagi Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2018

Wejangan Fahri bagi Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2018

Nabila Nufianty Putri - detikNews
Jumat, 16 Nov 2018 15:24 WIB
Wejangan Fahri bagi Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2018
Foto: Tsarina/detikcom
Jakarta - Kirab Pemuda Indonesa 2018 merupakan ikhtiar dalam rangka menyusun imanijasi, baik tentang diri kaum muda, maupun bangsa dan negara Indonesia keseluruhan. Terlebih kirab tersebut bukan pekerjaan yang mudah, hal tersebut dikarenakan yang Indonesia sangat kompleks.

Diakui Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bahwa membangun imajinasi tentang Indonesia tidak diperlukan trush, tetapi diperlukan kehidupan. Kirab yang dilakukan para pemuda selama 73 hari, menurut dia hanya ikhtiar untuk mengimajinasi kompleksitas ini.

"Hati-hati ya. Sebab ini yang menurut saya diantara kemungkinan jebakan-jebakan kita dimasa depan menjadi tidak solid, gara-gara imajinasi tentang Indonesia ini, kita mau sederhanakan. Itu tidak bisa," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/11/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Wejangan tersebut ia sampaikan saat menerima audiensi Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2018 di Ruang Abdul Muiz Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2018 didampingi Asisten Deputi I Bidang Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora, Junaedi.

Untuk itu, ia mengaku sering berulang-ulang sebagai politisi mengingat sambil marah juga, agar jangan ada yang menanggap bahwa Indonesia ini disusun karena kepentingan ekonomi.

"Jawa ini diikuti, bukan karena lebih maju atau lebih kaya. Bahkan lebih miskin dalam banyak hal. Makanya daerah-daerah di Sumatera menyumbang, Aceh menyumbang Seulawah-nya, Indrapura menyumbang uang jutaan golden. Jadi bukan karena kaya Jawa ini, tapi karena ada imajinasi yang disusun yang menyebabkan kita semua merasa terlibat dari bagian dari narasi itu," paparnya.

Anak-anak muda, lanjut Fahri, yang masuk dalam Kirab Pemuda Indonesia 2018 untuk merangkai puzzle-puzzle imajinasi. Dan tentunya amanah bagi anak muda untuk meneruskan imajinasi tersebut. Maka dari itu, ia menghimbau agar jangan berhenti menulis, jangan berhenti membaca tentang Indonesia. Terlebih terus menggambarkan sekompleks apa negara, agar lebih banyak orang yang mengerti tentang Indonesia.

"Indonesia ini kalau nanti disalah pahami oleh orang luar, jangankan orang luar, kita ini bisa salah paham, karena Indonesia ini begitu kompleksnya. Anda adalah agen-agen itu. Dan saya sangat berharap dari Anda," ungkap politisi dari PKS itu.


Sehingga, untuk generasi yang ada di masa kini, dirinya berharap para anak muda dari 34 provinsi berserta senior-senior yang ada harus saling berdialog. Dan tentunya untuk saling mengingat banyaknya permasalahan yang harus dipahami.

"Terutama melakukan dialog langsung, maksud saya bukan yang terjebak pada kesibukan bersosial media. Kenapa? Kadang-kadang sosial media tidak menjelaskan substanisinya, tetapi menyeret kita kepada sensainya," tutur Fahri. (ega/mul)


Berita Terkait