Ryamizad Khawatir Aceh dan Papua Lepas dari Indonesia
Sabtu, 27 Agu 2005 16:26 WIB
Yogyakarta - Mantan KSAD Ryamizard Ryacudu mengkhawatirkan akan lepasnya Aceh dan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab mereka sudah mempunyai wilayah, tentara, lagu kebangsaan dan bendera sendiri. "Tinggal satu langkah lagi, yakni pernyataan deklarasi dan pengakuan dunia internasional, sudah menjadi merdeka," ujar Ryamizard dalam acara 'Sarasehan 60 Tahun Indonesia Merdeka' di gedung Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jl Prof Dr Sardjito, Sekip, Yogyakarta,Sabtu (27/8/2005).Untuk itu, lanjut Ryamizard, pemerintah harus segera menyelesaikan masalah-masalah di kedua provinsi tersebut. "Soal Papua tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kalau dibiarkan, pasti akan merdeka, dan kita harus waspada ada negara asing yang ikut campur agar Papua merdeka," katanya mengingatkan.Dia juga sempat mempertanyakan efektivitas dari MoU tersebut, terutama beberapa poin dalam kesepakatan damai, dia mengharapkan perdamaian di Aceh harus tercipta, tetapi tetap dalam bingkai NKRI. Sebab menurutnya, negara dalam negara itu adalah haram hukumnya. "Oleh karena itu, pemerintah harus serius menanganinya, sebab bila tidak, dapat dipastikan Acehdan Papua akan lepas dari NKRI, serta daerah-daerah lain juga akan menuntut untuk merdeka. Bila NKRI pecah, akibatnya kita bisa perang saudara dan terjadi pembersihan etnis seperti di Rwanda, Somalia, Kamboja , dan lain-lain," tandas Ryamizard.
(jon/)











































