Kapolda Jabar:
Tidak Ada Penutupan Gereja
Sabtu, 27 Agu 2005 16:05 WIB
Cirebon - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Edi Darnadi membantah telah terjadi penutupan sejumlah gereja di Jawa Barat secara paksa. Kapolda menekankan kabar tersebut adalah kabar bohong. "Yang menyebarkan berita bohong tersebut bisa dituntut. Tidak ada penyerangan terhadap gereja," kata Kapolda Jawa Barat Edi Darnadi kepada detikcom di depan Gedung Negara Cirebon, Jl Siliwangi, Bandung, Sabtu (27/8/2005).Menurutnya, yang terjadi adalah penutupan tempat tinggal yang dijadikan tempat ibadah salah satu agama tertentu yang terletak di area pemukiman warga."Seharusnya mereka ini minta izin dari warga dulu. Mereka punya hak untuk menutupnya, tidak ada unsur pidana yang dilanggar," ujarnya.Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, penutupan tempat ibadah ini terjadi sepanjang Juli-Agustus 2005, jumlah rumah tempat ibadah yang ditutup sekitar 20 buah. Penutupan itu terjadi secara paksa. Terakhir kali penutupan itu terjadi di Kabupaten Bandung oleh massa yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan Antipermurtadan (AGAP). Bahkan sepanjang September 2004 hingga Agustus 2005, sekitar 23 rumah tempat ibadah dikabarkan telah ditutup secara paksa."Mereka tidak menggunakan pentungan, jadi tidak melanggar. Saya tegaskan lagi, tidak ada penyerangan terhadap gereja," tegasnya.
(san/)











































