DetikNews
Kamis 15 November 2018, 18:30 WIB

MPR Ingin Masalah Kemiskinan Diangkat dalam Karya Tulis

Prima Fauzi - detikNews
MPR Ingin Masalah Kemiskinan Diangkat dalam Karya Tulis Foto: MPR
Jakarta - Kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan menjadi masalah yang belum secara tuntas dipecahkan di Indonesia. Untuk itu, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mendukung adanya karya tulis yang mengangkat masalah yang disebutnya sebagai 'saudara kandung'.

"Soal-soal seperti ini memang sangat mengkhawatirkan kita semua. Maka dari itu saya pribadi dan sebagai pimpinan MPR juga sebagai wakil rakyat sangat mendukung berbagai upaya antara lain karya-karya tulis yang mengangkat masalah yang nyata terjadi di masyarakat seperti kemiskinan dan terbatasnya rakyat menikmati pendidikan yang berkualitas," kata Mahyudin dalam keterangan tertulis, Kamis (15/11/2018).

Hal itu diungkapnya dalam diskusi 'Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat' yang membahas buku berjudul 'Pengantin Pesanan' karya Mya Ye, di Ruang Presentasi, Perpustakaan Setjen MPR RI, Gedung Nusantara IV, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta.

Ungkapan masalah kemiskinan dan pendidikan yang disebut Mahyudin sebagai saudara kandung terbersit setelah membaca buku 'Pengantin Pesanan' karya Mya Ye. Buku tersebut mengangkat masalah yang dialami rakyat Indonesia.


"Awalnya saya tidak paham apa yang mau disampaikan dalam buku tersebut. Tetapi, setelah saya membacanya, buku ini ternyata sarat akan pesan moral, sosial, kesetaraan gender dan terutama sekali pergulatan moral yang berawal dari isu kemiskinan yang memang masih terjadi di tengah masyarakat kita," lanjutnya.

Ia bercerita, buku tersebut menceritakan seorang perempuan keturunan, berlatar daerah Singkawang. Karena kemiskinan dan minimnya pendidikan, tokoh perempuan itu memilih menjadi pengantin pesanan agar keluar dari lingkaran kemiskinan.

Meski bukan budaya Singkawang, Mahyudin menilai, fenomena itu muncul karena kemiskinan dan kurangnya pendidikan. Ada juga di daerah lainnya dan negara berkembang lainnya. Sebab, kata dia, masalah kemiskinan dan minimnya pendidikan adalah masalah besar dan dilematis.

"Keterkaitan antara pendidikan dan kemiskinan sangatlah besar, sebab pendidikan yang baik akan memberikan kemampuan untuk berkembang lewat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan. Pendidikan juga menanamkan kesadaran akan pentingnya martabat manusia dan semua itu penting untuk menggapai masa depan," ujarnya.


Intinya, kata dia, rakyat Indonesia harus bersemangat mengupayakan mencerdaskan bangsa dan terus memperjuangkan keadilan dalam memperoleh pendidikan. Pemerintah juga dituntut berada di garis terdepan dalam mewujudkan keadilan dan pemerataan pendidikan.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed