Rupiah Ambruk, SBY Jangan Cari Kambing Hitam
Sabtu, 27 Agu 2005 14:02 WIB
Jakarta - Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menambah noda hitam menjelang setahun kepemimpinan SBY. Kepercayaan masyarakat pun makin merosot. SBY diminta bertanggung jawab."Ini keadaan yang semakin buruk. Meski ini masalah global seperti merosotnya nilai rupiah, bagaimana pun juga ini tanggung jawab kepemimpinan yang harus ditunjukkan. Jangan cari kambing hitam," cetus Anggota Komisi II DPR Ryaas Rasyid.Hal ini disampaikan dia usai diskusi di Mario's Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/8/2005).Mantan menteri negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini menilai kabinet SBY tidak perform karena dibuat terburu-buru. "Ini cobaan buat SBY. Satu tahun pemerintahan tidak ada perubahan yang positif," ujarnya. Menteri apa saja yang harus diganti? "Itu harus diidentifikasi sendiri. Saya tidak punya inventarisnya," ujar Ryaas. Menurut mantan menteri negara Otonomi Daerah ini, situasi dolar menggambarkan kemampuan Indonesia yang rendah dalam mengendalikan moneter. Alhasil, banyak bank yang tidak berani untuk memberikan kredit karena takut diperiksa dan dipenjara."SBY jangan pakai kalimat dipoles-poles lagi. Bicara terus terang kepada masyarakat. Seperti, dia bilang dolar naik karena dilakukan oleh mereka yang mempunyai niat tidak baik. Seharusnya, dia bilang saja spekulan," tandas politisi Partai Demokrasi Kebangsaan ini.Untuk itu, lanjut pakar otonomi daerah ini, SBY perlu membentuk internal audit. "Tim ini bertanggung jawab ke presiden. Waktu zaman Gus Dur juga melakukan itu," tandas Ryaas.
(aan/)











































